Home » Bisnis

BUMN Dijual? Ini Kata Pemerintah

print this page Rabu, 6/12/2017 | 10:26

FOTO: Fresh Consultant

RILIS.ID, Jakarta— Staf Khusus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro menegaskan, upaya penyatuan induk usaha atau holding bukan berarti pemerintah menjual Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kepada swasta. Hal ini lantaran, sebagian besar saham holding masih dikuasai pemerintah.

"Ini karena, BUMN pada dasarnya milik rakyat dan pemerintah full mengontrol disana," katanya pada diskusi bertajuk "Mengapa perlu Holding BUMN?" di Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Wianda mengatakan, holding BUMN memiliki tujuan yang baik. Ia memastikan pembentukan holding tidak merugikan perusahaan negara.

"Justru, kita ingin kekayaan investasi mendapatkan hasil yang optimal. Kita ingin membangun daya saing, dan itu tidak mungkin hanya dengan satu BUMN, tapi harus sinergi dengan beberapa BUMN,"ujarnya. 

Selain itu, pembentukan holding bertujuan menjadikan BUMN lebih tangguh dan mampu meningkatkan kinerjanya. Sehingga, BUMN mampu melayani masyarakat dengan lebih baik lagi.

Hal serupa juga disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Kekayaan Negara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Isa Rachmatarwata, yang menyatakan bahwa pemerintah tidak akan menjual BUMN, hal itu guna menepis isu yang menyebut holding BUMN akan dijual pemerintah.

"Kita tidak jual, itu buktinya Semen Indonesia (bertahan). Kita ingin membangun lebih besar lagi," cetusnya.

Ia pun menegaskan, justru Pemerintah ingin membantu holding dengan menyuntikkan kucuran dana lewat Penanaman Modal Negara (PMN) dengan menciptakan fasilitas dan kebijakan yang lebih baik.

"Saya yakin setahun atau dua tahun lagi ada nilai leverage yang lebih baik dibandingkan sendiri-sendiri," pungkasnya.

Penulis Ainul Ghurri
Editor Intan Nirmala Sari

Tags:

Holding BUMNWianda PusponegoroPemerintahBUMN Dijual