logo rilis
Pemerintah Masih Kaji Biaya Tes Swab COVID-19
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
02 Oktober 2020, 11:30 WIB
Pemerintah Masih Kaji Biaya Tes Swab COVID-19
Petugas memberikan Kartu Registasi bukti warga telah melakukan Rapid Test Covid-19 Massal yang diadakan oleh Badan Intelijen Negara (BIN) di Aula Tower B Rusunawa Tambora, Jakarta Barat. FOTO: RILIS.ID/Panji Satria

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah melalui Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito, menyatakan, masih terus mengkaji besaran biaya tes usap atau swab test. Menurutnya, pemerintah ingin memastikan harga tes swab itu bisa dijangkau masyarakat. 

Wiku menyebutkan, sementara ini kisaran harga yang beredar di masyarakat antara Rp439 ribu sampai Rp797 ribu.

“Harga swab masih terus dikaji pemerintah. Karena kita ingin memastikan bahwa harga swab tersebut betul-betul dapat terjangkau oleh masyarakat yang membutuhkan,” kata Wiku dilansir dari laman resmi Setkab, Jumat (2/10/2020). 

Wiku mengungkapkan, pemerintah juga harus memastikan bahwa penyelenggara tes swab itu bervariasi dan sesuai biaya yang dikeluarkan. Namun, hal itu tidak menghilangkan sisi keuntungan dalam tes swab tersebut.

“Tentunya pasti mengambil untung harus dilakukan, tetapi dalam jumlah yang terbatas karena ini adalah masalah pandemi. Sehingga toleransi yang terjadi secara keseluruhan itu nanti akan kami umumkan ke publik setelah kajian selesai,” ungkap Wiku.

Terkait penanganan pasien tanpa gejala atau orang tanpa gejala (OTG), menurut Wiku, pemerintah sedang mempersiapkan hotel berbintang dua dan tiga, kerja sama Kementerian Pariwisata dan PHRI serta pemerintah daerah setempat.

Total saat ini ada 4.100 kamar tersedia di DKI Jakarta begitu juga provinsi prioritas sudah ada ribuan tempat tidur untuk pasien OTG.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID