Home » Bisnis

Pemerintah Komitmen Dorong Swasta Fasilitasi Kebun Rakyat

print this page Sabtu, 4/11/2017 | 08:31

Indonesia Palm Oil Conference and Price Outlok (IPOC) 2017 & 2018 di Badung, Bali. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Badung– Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan), Hari Priyono, menyatakan pemerintah terus mendorong swasta memfasilitasi perkebunan rakyat dalam tata kelola kelapa sawit. Sebab, ini diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 200

"Di mana 20 persen areal perkebunan masyarakat, menjadi tanggung jawab perkebunan swasta besar," ujarnya saat mewakili Menteri Amran dalam pembukaan Indonesia Palm Oil Conference and Price Outlok (IPOC) 2017 & 2018 di Badung, Bali, Kamis (2/11/2017).

IPOC 2017 ialah acara terbesar di dunia industri sawit dan membahas masalah terkait, termasuk yang dihadapi industri dan perkiraan harga pada waktu akan datang. Acara dibuka Menko Perekonomian, Darmin Nasution, serta dihadiri Amerika dan beberapa negara di Asia, Afrika, Eropa.

Hari menambahkan, pemerintah bersikap demikian, karena banyak dimensi yang dihadapi para petani sawit. Contohnya, akses permodalan, meski pemerintah sudah meluncurkan berbagai program untuk perkebunan rakyat.

Di sisi lain, kata dia, lahan perkebunan sawit di Indonesia sekarang mencapai 11,9 juta hektare dengan produksi 31,5 juta ton minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan nilai ekspor US$18 miliar. Dua juta ton diantaranya merupakan produksi perkebunan rakyat.

"Harusnya kita bangga terhadap industri sawit, walaupun level produktivitas masih di bawah potensi maksimalnya," katanya. Apalagi, pemerintah telah menerbitkan 300 ribu sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) untuk 1,8 juta hektare lahan sawit dengan produksi 8,5 juta ton CPO.

Hari menambahkan, Indonesia sebagai salah satu produsen CPO terbesar di dunia beserta negara penghasil lainnya telah menjalin kerja sama untuk menggenjot produktivitas dan menghadapi isu negatif (black campaign) terkait lingkungan serta produksi di pasar internasional.

"Kita sudah bersepakat untuk melakukan kampanye positif, agar pembangunan kebun sawit ke depan tak lagi dikaitkan dengan masalah lingkungan," jelasnya. 

"Terakhir, saya percaya konferensi ini akan memunculkan dan membawa inovasi yang positif untuk industri kelapa sawit dan memberi manfaat untuk semua pemangku kebijakan," tutupnya.

Penulis Fatah Sidik
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

KementanDitjen Perkebunan KementanHari PriyonoKelapa Sawit