logo rilis
Pemerintah Kanada Kecam Graffiti Anti-Islam di Sekolah Muslim
Kontributor
Syahrain F.
23 Mei 2018, 16:40 WIB
Pemerintah Kanada Kecam Graffiti Anti-Islam di Sekolah Muslim
Graffiti bernada anti-Islam digambar di papan nama sekolah Muslim Wali ul-Asr, di Scarborough, kota Toronto, Kanada. Credit: Citynews/Tammie Sutherland

RILIS.ID, Toronto— Dua pejabat pemerintah Kanada pada Selasa (22/5/2018) turun tangan membersihkan grafiti ujaran kebencian yang disemprotkan pada dinding sekolah Muslim di Toronto.

Melansir Anadolu Agency, saat ini, kepolisian tengah menyelidiki grafiti anti-Muslim yang dilukis dengan cat semprot di dinding bata sekolah Wali ul-Asr. Menurut kepolisian, insiden itu terjadi pada akhir pekan. Walikota Toronto John Tory telah mengutuk tindakan tersebut.

"Sampai kapanpun, ujaran kebencian ini tidak dapat diterima. Apalagi melakukan tindakan tercela itu selama bulan Ramadan adalah sangat mengganggu," ujar Tory lewat Twitter.

Tory juga mengapresiasi dua anggota dewan yang membantu menghapus grafiti sebelum para siswa tiba di sekolah.
Salah satu anggota dewan itu, Jim Karygiannis, mengatakan, dia telah berbicara dengan kepala sekolah dan diberi tahu bahwa insiden itu bukan pertama kalinya terjadi.

"Saya terkejut mendengarnya," kata Karygiannis.

Sementara anggota dewan lainnya, Glenn De Baeremaeker, mengatakan, anak-anak muda tidak seharusnya menjadi korban ujaran kebencian semacam itu.

"Orang-orang bodoh telah mengatakan hal-hal rasis yang menyakitkan dan mengerikan, namun kami ingin dunia dan orangtua murid Muslim setempat tahu bahwa kami akan selalu berada di pihak mereka sebagai tetangga dan teman," tegas dia.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara sekolah mengatakan, sekolah Wali ul-Asr menghargai dukungan pemerintah dan masyarakat, sekaligus menyebut pelaku ujaran kebencian itu sebagai orang yang salah arah.

“Di bulan suci Ramadan ini, kami bersyukur kepada Allah karena kami menjadi bagian dari masyarakat yang terhormat dan toleran. Tindakan individu yang salah arah itu tidak mengubah semangat koeksistensi yang merupakan bagian integral dari struktur masyarakat Kanada," ujar juru bicara itu.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)