logo rilis
Pemerintah Bakal Pulangkan Anak Eks ISIS yang Yatim Piatu
Kontributor
Nailin In Saroh
28 Februari 2020, 20:30 WIB
Pemerintah Bakal Pulangkan Anak Eks ISIS yang Yatim Piatu
Menkopolhukam, Mahfud MD. ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi S.

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengatakan, Pemerintah telah memutuskan akan memulangkan anak-anak eks ISIS berusia 10 tahun ke bawah dan yatim-piatu. 

Saat ini, pemerintah baru memulai melakukan pengidentifikasian terhadap anak-anak yang memenuhi kriteria tersebut.

"Kita sekarang pada tahap mengidentifikasi kalau-kalau ada anak yang berada berumur di bawah 10 tahun (dan yatim-piatu). Itu akan dilakukan bagaimana penjemputannya, bagaimana pembinaannya. Itu akan terus dikoordinasikan," ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Mahfud juga menyebutkan, data warga negara Indonesia yang pernah menjadi kombatan ISIS kini terus bertambah mencapai 699 orang.

"Dulu jumlahnya itu 689 orang. Kemudian dua hari lalu bertambah 15 orang tetapi kemudian yang lima itu sudah tercakup di 689. Sehingga sekarang menjadi 699 orang," kata Mahfud 

Menurut dia, ada kemungkinan data tersebut berubah, baik bertambah maupun berkurang setiap harinya.

Disamping itu, lanjut dia, Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) saat ini masih terus melakukan indentifikasi dan validasi terhadap WNI kombatan ISIS.

"Iya (identifikasi) oleh BNPT. Sudah langkah awal ke situ sambil menampung masukan data baru kan tugas berikutnya validasi tentang jumlah," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Pemerintah, kata dia, sudah berhasil mengidentifikasi sejumlah WNI kombatan ISIS yang berusia dewasa. Data mereka sudah mulai diserahkan ke Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) untuk dilakukan pemblokiran paspor.

"Mereka yang sudah teridentifikasi dengan nama, alamat asal, sekarang ada di mana, sejak kapan bergabung dengan ISIS, itu sekarang sudah mulai disetor ke Kemenkumham untuk paspornya diblokir," katanya. 

Mahfud menjelaskan, pemblokiran terhadap paspor para eks kombatan ISIS dilakukan agar mereka tidak bisa kembali masuk ke Indonesia. Langkah tersebut diambil untuk para eks ISIS yang berusia dewasa.
 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID