logo rilis
Pemerhati Kesehatan Sebut Perokok Anak Naik 2,5 Persen per Tahun
Kontributor
Sukardjito
27 Maret 2018, 09:16 WIB
Pemerhati Kesehatan Sebut Perokok Anak Naik 2,5 Persen per Tahun
Imbauan Berhenti Merokok Twitter Kemenkes.

RILIS.ID, Pekanbaru— Pemerhati masalah kesehatan dan lingkungan, Dr Ridwan Mochtar Taha, mengatakan jumlah perokok usia di bawah 10 tahun di Indonesia setiap tahun meningkat 2,5 persen.

"Kasus ini memprihatinkan, ada anak umur 6 tahun sudah merokok, dan kelak berpotensi mengalami gangguan kesehatan lainnya dengan rentang waktu panjang, karena itu program Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTR) harus terus digaungkan "kata Ridwan Mochtar Taha dalam keterangan di Pekanbaru, Senin (26/3/2018).

Menurut dia, program KTR harus digencarkan oleh Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Provinsi Riau bersama pemerintah provinsi Riau dan daerah serta mendukung program pemerintah untuk menaikan pajak rokok dan menerapkan kebijakan rokok tidak boleh dijual eceran itu.

Ia mengatakan, pemerintah pusat berjuang agar pajak rokok meningkat 113 persen, dan menempuh kebijakan bahwa rokok tidak boleh dijual eceran, maka diyakini setiap tahun prevalensi perokok akan bisa menurun 1 persen, itu kondisi yang luar biasa jika tercapai.

Namun, perjuangan tersebut dihadang oleh sejumlah kendala terkait impor rokok dari Perancis, Inggris dan Amerika Serikat masih saja berlangsung dan cukup banyak dikirim ke Indonesia.

"Karena itu Indonesia juga harus berjuang secara internasional membatasi aktivitas impor rokok tersebut," kata Ridwan Mochtar Taha yang juga Ketua Umum IAKMI Pusat.

Selain itu, IAKMI Riau diimbau agar terus berjuang untuk mengimplementasikan gerakan KTR itu di Riau agar perokok aktif tidak bertambah serta korbannya perokok pasif juga tidak bertambah, sebab berdasarkan hitungan para ahli kesehatan jika prilaku tidak sehat itu dibiarkan maka JKN-KIS akan mengalami difisit anggaran.

"Lima tahun akan datang BPJS Kesehatan akan mengalami defisit anggaran sebesar Rp20 triliun kalau tidak diatasi soal pengendalian tembakau, karena itu persoalan ini menjadi tugas penting IAKMI se-Indonesia juga apalagi IAKMI sebuah organisasi profesi bidang kesehatan didirikan berdasarkan Keputusan Kemenkes RI," ungkapnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)