logo rilis

Pemeliharaan Jalan Nasional, PUPR Gunakan Aspal Karet-Plastik
Kontributor
Tio Pirnando
24 Maret 2018, 08:00 WIB
Pemeliharaan Jalan Nasional, PUPR Gunakan Aspal Karet-Plastik
Uji coba aspal gunakan karet-plastik. FOTO: Dokumen Kemen PUPR

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menggunakan teknologi campuran aspal plastik dan aspal karet untuk pemeliharaan jalan nasional dibeberapa provinsi.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, penerapan teknologi aspal plastik merupakan upaya pemerintah dalam pengurangan limbah kantong plastik.

“Upaya ini bertujuan mengurangi sampah kantong plastik dengan mengolahnya menjadi bahan campuran aspal," katanya di Jakarta, Sabtu (23/3/2018).

Menurutnya, dalam rangka meningkatkan ketersedian bahan plastik cacah, Kementerian PUPR telah memesan sebanyak 1.000 mesin pencacah sampah plastik.

Mesin cacah ini merupakan hasil inovasi Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada yang akan diproduksi massal oleh salah satu BUMN yakni PT Barata Indonesia.  
"Alat-alat itu nantinya akan distribusikan ke Balai Besar/Balai Pelaksanaan Jalan Nasional di seluruh Indonesia dan diharapkan dapat mendukung pelaksanaan pemeliharaan jalan nasional," paparnya.

Sementara itu, Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, penerapan teknologi campuran aspal plastik mengacu pada spesifikasi khusus interim Skh-1.6.10 Campuran Beraspal Panas Menggunakan Plastik. 

Teknologi aspal plastik ini, tuturnya, memiliki beberapa kelebihan yaitu memiliki tingkat perkerasan yang lebih baik, tidak mudah meninggalkan jejak roda kendaraan saat aspal basah dilalui kendaraan, dan daya tahan yang semakin tinggi bila dibandingkan dengan aspal biasa.

"Penggunaan limbah plastik juga sudah dinyatakan aman dan bebas dari ancaman racun pada plastik dan juga dilakukan lewat berbagai uji klinis di Balitbang PUPR tentang limbah plastik ini," bebernya. 

Selain limbah plastik, PUPR pada tahun ini juga akan menerapkan campuran aspal dengan komoditas karet sebagai upaya pemanfaatan karet alam dalam negeri. 
 

Editor: Kurnia Syahdan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)