logo rilis
Pemda Katingan Tertarik Kembangkan Model Pertanian Bioindustri Sawit Sapi
Kontributor
Elvi R
17 Oktober 2019, 11:58 WIB
Pemda Katingan Tertarik Kembangkan Model Pertanian Bioindustri Sawit Sapi
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Katingan— Pemerintah Kabupaten (Pemda) Katingan melalui Bappedalitbang, Dinas Pemberdayaan Desa, Dinas Pertanian dan sejumlah Perusahaan Besar Swasta (PBS) Kelapa Sawit yang ada di kab. Katingan, yaitu PT MSAL Group, PT Karya Dwi Putra dan PT Mitra Jaya Comoring menyambangi lokasi kegiatan Model Pertanian Bioindustri Sawit Sapi Spesifik Lokasi Kalimantan Tengah di desa Sumber Makmur, Kecamatan Parenggean, Kabupaten Kotawaringin Timur (16/10/2019) untuk melakukan studi banding kegiatan pengelolaan limbah kelapa sawit dengan system zero waste.

Kepala Bidang Penelitian Bappedalitbang Kab. Katingan, Ir. Iwience mengatakan, kegiatan kaji banding ini bertujuan untuk menjajaki kegiatan Kerja sama dengan BPTP Kalteng. Hal ini dilakukan mengingat wilayah tersebut berhasil mendampingi dan membina kelompok tani di desa Sumber Makmur untuk menerapkan inovasi teknologi integrasi sawit sapi dan pengolahan limbah sawit menjadi pakan ternak dan hasil turunan lainnya. Lebih lanjut Iwince menyampaikan keinginannya untuk mereplikasi kegiatan Bioindustri ke Kabupaten Katingan, yang memiliki potensi perkebunan sawit yang cukup luas.

Kasie. Kerja sama Pelayanan Teknis BPTP Kalteng, Dr. Dedy Irwandi menyambut baik studi banding dan usulan kerja sama yang rencananya akan dilakukan pada 2020. “Kelompok tani (Poktan) Jaya Makmur pimpinan Paryono yang menjadi petani kooperator kegiatan telah berhasil menerapkan model Pertanian bioindustri sawit dengan menghasilkan produk pakan ternak untuk pembibitan, penggemukan dan pakan konsentrat. Kapasitas produksinya pun mencapai empat ton perharinya”, urai Dedy. 

Dedi menambahkan bahwa pemasaran produk pakan tersebut telah merambah ke Pulau Jawa. “Bahkan Bapak Paryono (52 tahun) berhasil memperoleh penghargaan sebagai Petani Berpretasi tingkat Nasional 2019”, ucapnya.

Hasil samping limbah kelapa sawit lainnya yang dihasilkan oleh Poktan Jaya Makmur adalah biourine (pupuk cair), pupuk kompos dan pemanfaatan biogass untuk bahan bakar dan penerangan. Kegiatan bioindustri ini juga menunjukkan peningkatan Produktivitas sapi, yang awalnya 8 ekor sekarang menjadi 105 ekor. Penambahan berat badan harian dengan pemberian pakan juga menunjukan peningkatan hingga mencapai satu kilogram per harinya. 

“Keberhasilan dalam mensinergi sumberdaya alam dan peran stakeholder, baik itu Pemda Kotawaringin Timur,  BPTP Kalteng, Perusahaan Sawit, KUD dan kelembagaan Kelompoktani dan penyuluh di Kecamatan Parenggean itulah yang menjadi keinginan Pemda Katingan yang telah didukung beberapa PBS Sawit untuk mengembangkan model Pertanian Bioindustri di wilayahnya”, ucap Iwince.

Sumber: Dedy Irwandi/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID