logo rilis
Pemberantasan Teroris Harus Libatkan TNI, Ini Alasannya...
Kontributor
Tari Oktaviani
19 Mei 2018, 14:00 WIB
Pemberantasan Teroris Harus Libatkan TNI, Ini Alasannya...
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Pansus RUU Terorisme Supiadin Aries Saputra menilai, pentingnya pelibatan pasukan TNI dalam menindak kelompok teroris. Dia pun membeberkan alasannya, di mana salah satu poinnya, TNI punya kemampuan khusus di tiga matra yaitu darat, laut dan udara.

Dia pun mencontohkan, TNI memiliki banyak detasemen khusus yang memang sudah terlatih menindak teroris baik itu di udara, laut maupun udara. Sehingga, TNI bisa diperbantukan disana oleh Kepolisian.

"Persoalannya gimana libatkan TNI. TNI itu aset. Secara histori satuan dengultor (detasemen penanggulangan teroris) 81 kopasus itu lahir duluan sebelum Densus 88 dan mereka mampu di 3 wilayah darat, laut, udara. Apa fungsi di udara? Mereka mampu menanggulangi pembajakan pesawat di Thailand. Kita mampu menanggulangi pembajakan kapal di laut Afrika," kata Supiadin dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (19/5/2018).

Tak hanya itu saja, Supiadin menjelaskan, setidaknya ada tiga pasukan khusus di TNI yang dapat diandalkan menanggulangi teror di semua lini. Ini mengingat selama ini densus 88 hanya fokus pada penindakan di darat.

"Detasemen 81 gultor kopasus ya g punya 3 kemampuan di 3 matra dan detasemen Jala Mangara dari korps marinir TNI AL. Detasemen punya kemampuan bagaimana antisipasi terorisme di laut. Misal mereka bisa menembak teroris dari dalam permukaan laut ke atas geladak kapal. Mereka mampu menyelam dalam jangka waktu lama dekati kapal terorisme," paparnya.

Terakhir, dia mengatakan Detasemen Satuan Bravo 90 yang juga merupakan satuan khusus TNI AU yang miliki kemampuan menindak terorisme di pesawat udara. Menurutnya jika TNI dilibatkan maka para detasemen itu dapat membantu menumpas aksi teror.

"Penindakan hanya Polri padahal kita paham Polri minta bantuan TNI hanya enggak kita blow up. Sekarang resmi pemerintah minta TNI dilibatkan sejak bom Thamrin itu," paparnya.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)