logo rilis
Pemberantasan Narkoba Perlu Undang-Undang 'Zaman Now'
Kontributor
Elvi R
04 Mei 2018, 13:59 WIB
Pemberantasan Narkoba Perlu Undang-Undang 'Zaman Now'
Ilustrasi narkoba jenis sabu-sabu. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan, Revisi Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika sangat diperlukan guna memberikan kepastian hukum lebih lanjut, misalnya terkait pelaksanaan eksekusi hukuman mati agar ada efek jera.

Bambang menegaskan, DPR mendorong pemerintah agar merevisi UU Narkotika bisa segera dibahas. UU Narkotika, menurutnya perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dimana peredaran, perdagangan, maupun penyelundupan Narkoba sudah semakin canggih.

"Bandar dan sindikatnya juga antar negara. Saya ingin revisi UU Narkotika bisa menjawab berbagai tantangan tersebut," ujarnya, , saat menyaksikan pemusnahan barang bukti 2,6 ton narkoba jenis sabu bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla di silang Monas, Jakarta (4/5/2018).

Dia menilai, keberhasilan aparat menggagalkan penyelundupan narkoba merupakan bukti nyata keberhasilan pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menjaga masa depan bangsa.

Menurutnya, pemerintahan Jokowi-JK bukan hanya melakukan tindakan hukum terhadap pedagang dan korban, namun juga sudah dilakukan pencegahan sejak di pintu masuk wilayah Indonesia.

"Jihad memerangi Narkoba sudah dilakukan dari hulu sampai hilir. Aparat di wilayah perbatasan maupun intelijen kita semakin kuat. Memang masih belum sempurna, namun terus akan kita tingkatkan dan salah satunya melalui RUU Narkotika yang sedang akan dibahas di DPR RI," katanya.

Lebih lanjut, Bambang pun menyoroti, masih tingginya peredaran narkoba padahal aparat berwenang sudah melakukan berbagai upaya penegakan hukum terhadap para bandar, pengedar serta pengguna narkoba.

Dia mengapresiasi kerja keras BNN, TNI AL, Bareskrim Polri, Imigrasi, maupun aparat lainnya yang saling bahu membahu untuk menggagalkan penyelundupan narkoba ke negara kita.

"Dari proses pengintaian dan pengejaran tak kenal lelah, akhirnya 2,6 ton narkoba bisa diamankan. Jangan ragu melaporkan kepada aparat hukum jika menemukan pihak-pihak yang dicurigai terlibat dalam lingkaran narkoba," ujarnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)