logo rilis

Pembatalan Seminar Sudirman Said Dinilai soal Administrasi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
17 Oktober 2018, 12:40 WIB
Pembatalan Seminar Sudirman Said Dinilai soal Administrasi
Auditorium UGM. FOTO: Dok UGM.

RILIS.ID, Jakarta— Pembatalan izin pemakaian auditorium Universitas Gajah Mada (UGM) untuk menggelar seminar kebangsaan mantan Menteri ESDM Sudirman Said dan eks Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, dinilai salah satunya karena persoalan administrasi. 

Hal itu disampaikan peneliti di Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK), Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Nanang Suryana. 

Menurut Nanang, pembatalan itu dilakukan karena penyelenggara bukan dari organisasi kemahasiswaan resmi yang dinaungi faklutas, dalam hal itu Fakultas Pertanian UGM. 

"Maka pembatalan dilakukan. Soalnya, izin penggunaan ruangan sudah keluar. Ada masalah administrasi di sini," katanya kepada rilis.id, Selasa (16/10/2018). 

Nanang mengatakan, keberadaan kampus memang menjadi ruang terbuka untuk melakukan berbagai dialog, salah satunya berupa seminar kebangsaan. Namun, menurutnya, aturan yang berlaku di kampus tersebut juga tetap harus dipenuhi. 

"Meski menjadi ruang dialog yang terbuka, namun tidak berarti dapat mengenyampingkan norma dan aturan yang berlaku sebagai kesepakatan bersama di internal kampus," ujarnya. 

Selain soal administrasi, ungkap Nanang, kampus juga harus menjadi ruang diskusi berbagai perspektif yang beragam dan berimbang. Sehingga tidak menimbulkan kesan upaya politisasi melalui seminar di kampus tersebut. 

Dia menilai, seminar yang menghadirkan Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan itu tidak berimbang lantaran hanya dari satu perspektif saja. 

"Guna menjaga keberimbangan informasi, sejatinya mahasiswa dapat menyuguhkan perspektif yang lebih kaya dan berimbang, dengan tidak hanya mengundang salah satu pihak dalam situasi yang serba berlawanan seperti sekarang," ungkapnya. 

Nanang berharap, kasus pembatalan izin seminar kebangsaan Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan itu tidak dipolitisasi. Salah satunya dengan mencari fakta sebenarnya dari pembatalan izin seminar tersebut. 

"Guna menghindari kabar yang kabur, fact checking harus kita dilakukan guna mendapat keberimbangan informasi, baik kepada panitia kegiatan seminar, maupun kepada pihak fakultas," tandasnya. 

Sebelumnya, pihak dari Universitas Gadjah Mada sendiri sudah mengklarifikasi terkait insiden pencabutan izin pemakaian auditorium untuk menggelar seminar yang diisi oleh Sudirman Said dan Ferry Mursyidan Baldan. 

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Ali Agus mengatakan, seminar itu bukan acara yang diselenggarakan oleh organisasi kemahasiswaan fakultasnya. Menurutnya, seminar itu juga tidak berada di bawah koordinasi Fakultas Peternakan UGM.

Klarifikasi itu disampaikan dalam surat pernyataan yang dikeluarkan dan ditandatangani Dekan Fakultas Peternakan Ali Agus, dan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan UGM, Angger M Ghozwan Hanif, pada Jumat 12 Oktober 2018 yang lalu.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)