logo rilis
Pembangunan ITF Sunter Diharapkan Libatkan Publik
Kontributor
Fatah H Sidik
20 Mei 2018, 19:41 WIB
Pembangunan ITF Sunter Diharapkan Libatkan Publik
Sampah. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diminta melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah (intermediate treatment facility/ITF) di Sunter, Jakarta Utara. Pelibatan publik diharapkan sejak tahap perizinan hingga pengoperasiannya.

"Proses pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan atau amdal, harus transparan disampaikan secara terbuka kepada publik. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," ujar Anggota Komite Pemantau Pembangunan ITF, Sugiyanto, via siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Sementara, Anggota Komite Pemantau Pembangunan ITF lainnya, M Syaiful Jihad, berharap fasilitas tersebut dapat terwujud. Sebab, dianggap sebagai tanggung jawab penyelesaian persoalan sampah.

Karenanya, PT Fortum Finlandia selaku pemenang tender ITF Sunter diminta serius mengerjakan proyek tersebut. "Jika ITF sunter gagal, akan berimplikasi buruk pada pembangunan ITF yang direncanakan di tempat lain dan publik akan kehilangan kepercayaan," jelasnya.

Hal senada diutarakan Ketua Komite Pemantau Pembangunan ITF, Ubaidillah. Katanya, ITF sudah harus ada sejak dulu, lantaran daya dukung lingkungan dan daya tampung Tempat Pembungan Akhir (TPA) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, sudah kronis.

"Karena itu, sampah harus dimusnahkan dan dimanfaatkan menjadi energi alternatif yang ramah lingkungan," pungkasnya.

Pemprov DKI memulai pencanangan (site opening) pembangunan ITF di lokasi bekas penampungan sampah Sunter, Jakarta Utara, pagi tadi. Proyek tersebut dikerjakan PT Fortum selaku pemenang tender.

PT Fortum dipercaya mengolah sampah Jakarta selama 25 tahun. Dia mendapatkan imbalan berupa tipping fee Rp500 ribu per ton sampah.

ITF Sunter merupakan fasilitas pengolahan sampah modern dengan menggunakan energi panas bertempratur tinggi (incinerator) untuk memusnahkan sampah yang direncanakan berkapasitas 2.200 ton per hari. Energi panas dari proses pembakaran sampah, rencananya dimanfaatkan menjadi listrik atau pembangkit listrik berbasis sampah (PLTSa) dan menghasilkan 40 megawatt (MW).


500
komentar (0)