logo rilis
Pembangunan Bendungan Napun Gete di NTT Capai 63 Persen
Kontributor
Elvi R
24 April 2019, 15:00 WIB
Pembangunan Bendungan Napun Gete di NTT Capai 63 Persen
FOTO: Biro Komunikasi Publik PUPR

RILIS.ID, Jakarta— Setelah mendenganikan pembangunan dua bendungan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Raknamo dan Rotiklot, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan 3 Bendungan lainnya yakni Bendungan Napun Gete di Kabupaten Sikka, Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Manikin di Kabupaten Kupang. 

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa ketersediaan air menjadi kunci pembangunan di NTT yang memiliki curah hujan lebih rendah dibanding daerah lain. Secara keseluruhan pembangunan tujuh bendungan akan menampung air sebanyak 188 juta meter persegiyang dapat dimanfaatkan untuk irigasi, sumber air baku, pembangkit listrik dan pariwisata. 

“Pembangunan bendungan diikuti oleh pembangunan jaringan irigasinya. Dengan demikian bendungan yang dibangun dengan biaya besar dapat bermanfaat karena air nya dipastikan mengalir sampai ke sawah-sawah milik petani,” jelas Menteri Basuki.

Progres pembangunan Bendungan Napun Gete saat ini sudah mencapai 63,21 persen dengan target selesai 2020. Total nilai kontrak pembangunannya sebesar Rp884 miliar dengan kontraktor PT Nindya Karya (Persero). Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 14,34 juta meter kubik dengan luas genangan 99,78 hektare. Manfaatnya akan dapat mengairi irigasi seluas 300 hektare, menyediakan air baku sebanyak 214 liter per detik, pengendali banjir sebanyak 219 meter kubik per detik dan memiliki potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,71 megawatt.

Selanjutnya Bendungan Temef memiliki luas genangan 380 hektare dengan kapasitas tampung 45,78 meter kubik untuk mengalir irigasi 600 hektare, air baku 10 liter per detik dan potensi tenaga listrik sebesar 2,6 megawatt. Total biaya pengerjaan bendungan Rp1,5 triliun dengan masa waktu pelaksanaan 2017-2021. Pembangunan dikerjakan kontraktor PT Waskita Karya dan PT Nindya Karya. 

Bendungan Manikin merupakan bendungan yang baru dimulai pengerjaannya pada 2019 setelah kontraknya ditandatangani pada akhir Desember 2018 dengan kontraktor pelaksana adalah PT Wijaya Karya dan PT Pembangunan Perumahan. 

Bendungan Manikin memiliki kapasitas tampung 28,2 juta meter kubuk dengan biaya konstruksi sebesar Rp1,9 triliun. Keberadaan bendungan ini diharapkan untuk menyediakan air baku di Kabupaten Kupang dengan debit sebesar 0,7 meter kubik per detik, irigasi 310 hektare lahan pertanian, pengendalian banjir 600 meter kubik per detik, pengembangan pariwisata, serta pembangkit listrik tenaga mikro hidro dengan daya 0,1 Mega Watt.

Kementerian PUPR akan menambah dua bendungan lain yakni Mbay di Kabupaten Nagekeo dan Kolhua di Kota Kupang dalam tahap desain.    

Selain bendungan, Kementerian PUPR melalu Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II Kupang, Ditjen Sumber Daya Air juga melakukan pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi irigasi. Pada 2019 Kementerian PUPR menganggarkan Rp202 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi baru dan rehabilitasi di enam lokasi sepanjang total 315 kilometer. Tiga lokasi diantaranya daerah irigasi (DI) Bendungan Ratiklot di Kabupaten Belu, DI Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya, dan DI Wae Mantar Kabupaten Manggarai. Pembangunan jaringan transmisi air baku dari Bendungan Rotiklot sepanjang 30 kilometer juga dianggarkan 2019 sebesar Rp20 miliar. 

Kemudian pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi di bendung Mautenda Kabupaten Ende dan Baing di Kabupaten Sumba Timur sepanjang 58 kilometer. Biaya pengerjaan fisiknya sebesar Rp99 miliar dari anggaran 2019. 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID