logo rilis
Pembakaran Bendera Tauhid, Menag Minta Semua Pihak Menahan Diri
Kontributor

25 Oktober 2018, 10:15 WIB
Pembakaran Bendera Tauhid, Menag Minta Semua Pihak Menahan Diri
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Agama (Menag), Lukman Hakim Syaifuddin, meminta semua pihak menahan diri terkait insiden pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat.

"Kita tidak perlu lalu kemudian mengambil langkah-langkah, misalnya, main hakim sendiri, melakukan tindakan-tindakan sendiri yang justru akan menimbulkan persoalan-persoalan baru," kata dia di kompleks Istana Kepresidenan seperti dilansir Antara, kemarin.

Ia mengajak semua pihak mempercayakan penuh ini penanganan masalah itu kepada aparat Kepolisian. Pihak penegak hukum, kata dia, tentu dapat mengungkap akar masalahnya, duduk perkaranya.

Menurut dia, semua pihak harus melihat persoalan itu secara komprehensif. Aparat penegak hukum harus diberikan waktu yang cukup untuk menangani masalah itu secara keseluruhan.

"Karena informasi dan berita-berita yang kita dapatkan kan cukup beragam," katanya.

Misalnya, penjelasan dari GP Anshor yang mengatakan ada penyusupan. Ada pihak pihak yang membawa bendera HTI, lalu kemudian dinilainya sebagai bentuk provokasi.

Sebagian anggota Banser kemudian bereaksi dengan mengamankan penyusup tersebut, dan membakar bendera bertuliskan kalimat tauhid. Tapi, tujuan sebenarnya mereka adalah menjaga kemurnian atau kesucian dari lafal tersebut.

Polda Jabar pun memberikan informasi bahwa kejadian ini ada kaitannya dengan ormas yang sudah dilarang pemerintah, yakni HTI. Serta muncul informasi-informasi lainnya.

"Jadi menurut hemat saya, kita harus memberikan waktu yang cukup kepada aparat penegak hukum untuk melihat persoalan ini dari sisi hukum secara menyeluruh," ungkapnya.

Kementerian Agama sendiri, kata dia, amat menyayangkan kejadian itu, terlepas apapun latar belakangnya. Peristiwa itu terjadi justru dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional yang temanya "Bersama Santri Damailah Negeri".

"Jadi ini sangat mengusik kedamaian kita, sangat mengusik citra santri yang sebenarnya senantiasa dimanapun kapan pun atau siapapun senantiasa menebarkan kedamaian," katanya.

Ia juga meminta semua pihak menghindari upaya demonstratif di ruang terbuka, meskipun niatnya dalam rangka menjaga kesucian kalimat tauhid. Tindakan itu menimbulkan reaksi reaksi yang melebar ke mana-mana.

"Kita mendapatkan pelajaran yang berharga dari sini, dan saya sangat mengapresiasi mereka mereka yang telah menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Pimpinan Pusat GP Anshor sehingga diharapkan persoalan ini cepat selesai," katanya.

Menag mengajak semua pihak menjaga kedamaian dan menyerahkan penanganan kasus itu kepada Kepolisian atau penegak hukum.

"Jadi kita menahan diri untuk menghakimi secara langsung, main hakim sendiri, karena itu nanti akan menimbulkan reaksi balik dari pihak pihak yang lain. Dan kalau begini terus nanti ini tidak berkesudahan," katanya.

Ia menyebutkan kasus itu sudah ditangani oleh aparat Kepolisian untuk diproses secara hukum.

"Tidak perlu lagi mengerahkan massa lalu kemudian berdemonstrasi. Itu justru menimbulkan persoalan baru. Jadi mari kita menahan diri dan menyerahkan ini kepada proses hukum," kata Lukman.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID