logo rilis
Pelindo III Perketat Pintu Masuk di Pelabuhan
Kontributor
Eroby JF
16 Mei 2018, 18:26 WIB
Pelindo III Perketat Pintu Masuk di Pelabuhan
Petugas keamanan internal Pelindo III tengah memeriksa kendaraan yang akan masuk ke pelabuhan. FOTO: Humas Pelindo III

RILIS.ID, Surabaya— PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III memperketat pintu masuk di beberapa pelabuhan yang menjadi kewenangan perusahaan itu, karena dianggap sebagai salah satu obyek vital nasional, dan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan.

Vice President Corporate Communication Pelindo III, Lia Indi Agustiana mengatakan, pengetatan pelabuhan yang dikelola Pelindo III dilakukan di tujuh provinsi, yang bekerja sama dengan polres setempat menggunakan pengamanan berlapis.

"Langkah ini kami ambil dengan memberi batas akses masuk dengan penggunaan barier pada Pos 1, main shelter, main gate, dan jalur origin-destination. Serta kami lakukan pemeriksaan orang dan kendaraan dengan diberlakukan perimeter atau fokus sebelum memasuki gerbang akses," katanya di Surabaya, Rabu (16/5/2018).

Lia mengatakan, pemeriksaan juga dilakukan untuk barang bawaan, serta melakukan monitoring via CCTV, dengan menertibkan pihak yang tidak berkepentingan.

"Kami juga memberlakukan hal yang sama kepada RS PHC Surabaya, atau lini bisnis Pelindo III di bidang layanan kesehatan, dengan meningkatkan pengamanan dan upaya simpatik serta persuasif, agar masyarakat yang sedang berobat maupun dirawat tetap tenang dan nyaman," katanya.

Corporate Secretary Pelindo III Faruq Hidayat mengatakan, selain bantuan pengamanan dari TNI-Polri, setidaknya ada tiga gugus tugas dari Pelindo III yang menyiagakan pengamanan, yakni dari unsur PFSO (Port Facility Security Officer), QHSSE (quality, health, safety, security and the environment), dan juga Shiftman on Duty.

Ia memaparkan, masing-masing gugus tugas akan fokus pada bidang yang berbeda. PFSO untuk pengamanan fasilitas pelabuhan secara umum. QHSSE untuk kontrol keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan.

"Juga Shiftman on Duty untuk memastikan kinerja operasional bongkar muat tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Sehingga kegiatan bisnis tetap berjalan lancar, karena Pelindo III tetap fokus bertugas menjaga efisiensi logistik," tegasnya.

Faruq Hidayat melanjutkan, Pelabuhan Tanjung Perak yang memegang peranan penting dalam rantai pasok karena berperan sebagai pelabuhan hub utama distribusi logistik ke kawasan timur Nusantara. Apalagi jelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri biasanya terjadi eskalasi peningkatan arus barang.

"Karena kebutuhan konsumsi masyarakat meningkat, pelabuhan yang menjadi simpul besar dari kegiatan distribusi harus lancar. Sehingga masyarakat tidak dirugikan dengan kelangkaan atau pun keterlambatan pasokan," jelasnya lagi.

Sementara itu dari Bali, CEO Pelindo III Regional Bali Nusra, I Wayan Eka Saputra mengatakan, untuk Bali Pelindo III mendapat dukungan dari TNI AL untuk pengamanan Terminal LNG (gas alam cair) di Pelabuhan Benoa.

"Pengamanan akan terus ditingkatkan karena Pelabuhan Benoa juga rutin melayani kapal pesiar internasional dan akan turut mendukung penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting 2018, terutama menjadi alternatif gerbang evakuasi jika Gunung Agung erupsi. Jadi secara umum Pelindo III sudah memiliki standar pengamanan dalam mengelola pelabuhan dan selalu siaga untuk berbagai situasi," katanya.

Kepala Humas Terminal Petikemas Surabaya (TPS), M Solech juga mengatakan hal serupa, manajemen PT TPS bertindak tegas untuk mengamankan pelabuhan, setelah diberlakukannya status Siaga 1 untuk Surabaya akibat kejadian bom bunuh diri yang terjadi secara berturut-turut di Surabaya dan Sidoarjo.

"TPS termasuk salah satu objek vital yang perlu dijaga dan dipastikan kualitas keamanannya. Pengecekan yang ketat akan dilakukan sesuai aturan keselamatan dan keamanan yang berlaku, baik pengecekan terhadap orang maupun barang," katanya.

Ia mengatakan, antisipasi keamanan di TPS dilakukan selama 2 minggu ke depan dan tidak menutup kemungkinan akan diperpanjang apabila masih diperlukan.

"Kami juga telah mempersiapkan posko pengamanan di depan gedung, setiap shift ada 4 personel Angkatan Laut yang turut melakukan pengamanan. Selain berkoordinasi dengan angkatan laut, Kami juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)