Taruna Ikrar

Professor & Dean, Biomedical Sciences, National Health University, California, USA.

Pelayanan Kesehatan Indonesia di Era Global

Rabu, 12/4/2017 | 11:46

Globalisasi akan berdampak pada semua segi kehidupan. Termasuk di dalamnya aspek pelayanan kesehatan. Dalam fase globalisasi tersebut semua negara akan saling tergantung dengan negara lainnya. Yang berarti tidak ada satu bangsa di dunia ini yang dapat berdiri sendiri, walaupun negara atau bangsa tersebut telah menjadi negara maju atau negera industri. 

Tantangan-tantangan ini tentunya akan berdampak pada perkembangan pelayanan kesehatan di tanah air Indonesia. Tantangan yang dihadapi dalam bidang kesehatan di masa depan adalah munculnya berbagai penyakit-penyakit baru di dunia, akibat mutasi berbagai jenis virus dan bakteri serta dampak dari perubahan kondisi lingkungan dan gaya hidup umat manusia yang secara umum berkembang.

Epidemi penyakit menular yang semakin berkembang melewati batas-batas negara dan wilayah. Berbagai jenis penyakit epidemi seperti HIV/AIDS, kolera, dan SARS, Swine Flu yang tidak hanya mengancam daerah tempat asal penyakit tersebut. Tetapi, akan menyebar ke seluruh penjuru dunia menjadi endemik. Bahkan pandemik yang sangat berbahaya bagi kehidupan umat manusia.  

Dengan adanya pergeseran dramatis dari penyakit akut ke kronis tentunya akan berdampak pada pergesaran strategi pelayanan kesehatan, yang di masa lalu diutamakan pada segi pengobatan kuratif, akan bergeser ke tingkat pencegahan atau preventif. Kemudian dilanjutkan ke tingkat pengobatan kuratif dan rehabilitatif. 

Kondisi ini ditandai dari perubahan besarnya tingkat morbilitas dan mortalitas penyakit-penyakit tertentu. Dari penyakit infeksi ke penyakit-penyakit degeneratif berupa penyakit Cardio-cerebro-vascular Diseases, Diabetes, Kanker, dan kelainan degeneratif lainnya.  

Selain itu, berkembangan ilmu kedokteran terkini berupa deteksi dan diagnosis penyakit, sudah sampai ke tingkat molekular dan genetic (setelah rampungnya Human Genome Project [HGP] pada manusia). Penemuan-penemuan terbaru yang memfokuskan pemahaman patogenesis, patofisologi, dan pengobatan ke tingkat molekular genetik, stem cell dan regenerative medicine akan menjadi tren masa depan. 

Kedokteran regeneratif merupakan pelopor kesehatan masa depan. Kondisi ini telah menempatkan perkembangan pesat di bidang biomedis pada titik puncak dari sebuah ledakan kemajuan ilmu pengetahuan di seluruh dunia dan akan berdampak sebagai sebuah revolusi perawatan kesehatan masa depan. 

Obat-obat regeneratif akan mengarah pada penciptaan BioHybrid yang sepenuhnya berasal dari unsur jaringan dan organ biologis yang dapat menggantikan atau meregenerasi jaringan dan organ yang rusak oleh penyakit, cedera, atau kelaianan bawaan.  

Selanjutnya di masa depan akan dapat diprediksi bahwa kedokteran regeneratif akan menjadi revolusia perawatan medis. Bidang ini merupakan buah dari perpaduan teknik jaringan dan multidisiplin ilmu pengetahuan seperti biologi, biokimia, fisika, kimia. 

Kedokteran regeneratif adalah bidang interdisipliner yang benar-benar baru yang sangat menjanjikan secara nyata dan realistis dalam meregenerasi kerusakan jaringan dan organ dalam tubuh hidup melalui teknik-teknik yang merangsang reparasi perbaikan organ atau penyembuhan secara mandiri. 

Kedokteran regeneratif juga dipercaya oleh para ilmuwan dapat menumbuhkan jaringan dan organ secara in vitro (di laboratorium). Serta aman untuk ditransplantasikan ketubuh yang mengalami kelainan secara aman.  

Teknologi revolusioner ini memiliki potensi untuk mengembangkan terapi penyakit yang sebelumnya mustahil untuk diobati. Contoh berbagai penyakit regeneratif yang sangat sulit diobati: kanker, diabetes, penyakit jantung, gagal ginjal, dan osteoporosis dan cedera tulang belakang, serta kebutaan retina.

Namun, dengan berkembangnya sistem pengobatan regenerative dan advanced medicine, seperti stem cell, gene therapy, growth factors stimulations, particles therapy, nano-therapy dan seterusnya, penyakit-penyakit tersebut akan dapat disembuhkan dengan menggunakan sistem kultur dan transplantasi khusus.  

Pergeseran-pergeseran di atas membutuhkan strategi khusus bagi Indonesia dalam upaya mengayomi, melindungi, dan serta memberikan pelayanan terhadap masyarakatnya dalam bidang kesehatan secara komprehenship. Demikian pula, dalam upaya mengikuti laju perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa depan (supaya Indonesia tidak tertinggal jauh di belakang), dibutuhkan kiat khusus bagi pemerintah Indonesia, beserta seluruh eleman masyarkatnya. 

Termasuk di dalamnya oleh para ilmuwan Indonesia. Baik yang bertempat tinggal di tanah air mau pun yang bekerja dan berkarier di luar negeri. Sebagai implementasi tanggung jawab bersama untuk mencapai cita-cita bangsa indonesia yang maju, beradap, adil, dan makmur, serta disegani dalam percaturan bangsa-bangsa di dunia Internasional. Demikian pula, untuk secara bersama-sama seluruh eleman bangsa dalam upaya menemukan strategi dan visi masa depan (blue print) kemajuan sains dan teknologi Kedokteran Indonesia. 

Beberapa kiat yang bisa menjadi alternatif, adalah: melakukan kerja sama dan kemitraan dengan negara-negara maju di dunia, yang selanjutnya sebagai wahana transfer skill (keterampilan), teknologi, dan ilmu pengetahuan terkini. Kerja sama tersebut dapat berupa pendidikan, penelitian, dan pertukaran ilmuwan. Juga dengan membenahi sistem pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya model sistem belajar mengajar, kurikulum, dan orientasi pendidikan kesehatan dan kedokteran Indonesia. 

Sehingga, sudah saatnya diterapkan kurikulum pendidikan yang berdasarkan eviden base dan tetap mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran terkini, serta berorientasi pada pengembangan kesehatan masyarakat, yang berbasis pada keunggulan lokal Indonesia dan bermuara pada orientasi pelayanan kesehatan masyarakat yang komprehensif atau menyeluruh.

Manajemen pelayanan kesehatan, yang dimulai dengan perombakan sistem pelayanan kesehatan yang selama ini berbasis kuratif bergeser ke tingkat preventif. Pergeseran tersebut diikuti oleh perubahan kebijakan mulai pada tingkat Nasional hingga daerah. Berupa perbaikan upaya jaminan kesehatan masyarakat (Asuransi Kesehatan), pelayanan oleh dokter, ketersediaan obat-obatan, dan kesiapan rumah sakit di seluruh Indonesia menjadi pelayan atas kebutuhan dan hak pasien sebagai Implementasi Hak Asasi Manusia untuk mendapat pelayanan kesehatan masyakat yang paripurna di era global.  

Jika itu semua bisa terwujud para pelayan kesehatan di Indonesia akan menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang dicintai dan dihargai oleh masyarkatnya. Sehingga, ke depan, tidak akan muncul lagi, masyarakat "yang kaya atau empunya duit banyak" berbondong-bondong untuk berobat ke luar negeri. Tetapi, senantiasa percaya terhadap pelayanan kesehatan di tanah air. Dengan demikian kita menjadi pemenang dalam pertarungan dalam derasnya arus globalisasi sistem pelayanan kesehatan global.