logo rilis

Pelaku Persekusi Perempuan Berniqab Bisa Dijebloskan ke Penjara
Kontributor
Syahrain F.
18 Mei 2018, 21:42 WIB
Pelaku Persekusi Perempuan Berniqab Bisa Dijebloskan ke Penjara
Muslimah berniqab. Credit: Getty Images/Peter McDiarmid

RILIS.ID, Jakarta— Serangkaian aksi serangan bom yang akhir-akhir ini melanda Tanah Air meninggalkan dampak sosial dan psikologis bagi sejumlah warga. 

Belakangan, muncul kabar mengenai maraknya persekusi terhadap Muslimah yang mengenakan niqab atau yang biasa disebut cadar.

Baru-baru ini, di Jambi, seorang Muslimah berniqab mengaku mendapat kekerasan fisik dari penjual koran yang langsung menyekapnya dari belakang sambil meneriakkan kata "teroris!".

Sejumlah aduan organik melalui media sosial juga terlontarkan dari para perempuan yang berupaya menjalankan ajaran agama Islam secara menyeluruh tersebut. Dari pengakuannya, mereka saat ini merasa seperti dimata-matai dan dicurigai oleh masyarakat dan bahkan penegak hukum.

Ketua Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur menegaskan, tindakan persekusi tanpa pandang bulu tersebut merupakan perbuatan melawan hukum yang dapat menjebloskan pelakunya ke dalam penjara.

"Tentu itu tidak boleh dan perbuatan melawan hukum. (Pelakunya) diancam dengan pasal pidana sesuai dengan ancaman perbuatan," tegas Isnur kepada rilis.id, Jumat (18/5/2018).

Menurutnya, masyarakat tidak bisa menghakimi seseorang hanya dari pakaiannya.

"Masyarakat harus diberikan pengertian oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, orang tua, serta guru agar tidak melakukan persekusi kepada siapapun atas dasar pakaian," ujar Isnur.

Terakhir, dia mendesak pemerintah tidak tinggal diam melihat sejumlah warga negara merasa tidak aman karena menerapkan ajaran agama.

"Pemerintah harus melindungi semua warga negara. Hukum harus ditegakkan (bagi pelaku persekusi) agar semua terlindungi," tutupnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)