logo rilis

Pekan Depan Tax Holiday Bakal Berlaku
Kontributor
Ainul Ghurri
29 Maret 2018, 23:30 WIB
Pekan Depan Tax Holiday Bakal Berlaku
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara menyebutkan, pemerintah bakal menerapkan kebijakan insentif pajak tax holiday yang akan berlaku pekan depan. Kebijakan tersebut, merupakan upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan investasi di Indonesia.

"Minggu depan bakal berlaku," katanya usai Rapat Koordinasi Kilang di Kemenko Perekonomian Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Dia menyebutkan, dengan adanya tax holiday negara tidak bakal kehilangan pendapatan. Menurutnya, negara bakal mendapatkan insentif dari pajak penghasilan (PPh) badan dan para investor yang mengajukan tax holiday.

"Nanti setiap proyek akan kita hitung, jadi kan tergantung nilai proyeknya. Pemerintah tidak kehilangan uang, karena industri-industri ini belum pernah ada. Dengan dia (investor tax holiday) ada, kita 'relakan' PPh badannya, tapi nanti dia bayar PPh karyawan, PPh atas gaji dan bayar PPN (pajak pertambahan nilai). Jadi, kita mendapatkan lain dari insentif di pajak penghasilan badan," ungkapnya.

Dia mengungkapkan, dalam rapat koordinasi PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu badan usaha, telah menyatakan minatnya untuk mengambil insentif. Ini mengingat, Pertamina tengah mengerjakan empat proyek proyek kilang lama, antara lain di Cilacap-Jawa Tengah, Balongan Indramayu-Jawa Barat, Dumai-Riau, dan Balikpapan-Kalimantan Timur.

"Mungkin Pertamina akan mengambil yang tax holiday untuk kilang karena memang kilang dari dulu dari peraturan yang sekarang pun itu berlaku itu merupakan industri yang bisa mendapatkan tax holiday industri kilang," terangnya.

"Tadi beberapa bisnisnya itu sudah mulai disampaikan, kilang yang nantinya akan merupakan kerja sama antara join venture dengan Aramco mereka mau mengajukan," sambungnya.

Dia berharap, dengan adanya tax holiday, investasi di Indonesia semakin banyak dan kencang. "Mudah-mudahan tambah kenceng investasi kita," tuturnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)