logo rilis
Pecah Bungkam, CEO Facebook Bicara soal Pencurian Data Pengguna
Kontributor
Syahrain F.
22 Maret 2018, 11:29 WIB
Pecah Bungkam, CEO Facebook Bicara soal Pencurian Data Pengguna
CEO Facebook Mark Zuckerberg. FOTO: Reuters/Stephen Lam

RILIS.ID, New York— CEO Facebook Mark Zuckerberg memecah kebungkamannya setelah selama lima hari tidak angkat bicara soal kasus penyalahgunaan data di platfrom media sosial buatannya itu.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk melindungi data Anda semua, dan jika kami tidak dapat melakukannya, maka kami tidak pantas melayani Anda," ujar Zuckerberg melalui Facebook, Rabu (21/3/2018).

"Selama ini saya berupaya memaahami apa yang terjadi dan memastikan kejadian seperti itu tak terulang lagi," lanjut pernyataannya.

Zuckerberg juga mengatakan, Facebook akan semakin memperketat data pribadi para pengguna ketika ada aplikasi yang mensyaratkan akses data untuk membukanya.

Mengenai kasus yang sedang mencuat antara Facebook dengan Cambridge Analytica, Zuckerberg menyampaikan pihaknya tengah bekerja sama dengan regulator untuk melakukan investigasi.

"Saya adalah pendiri Facebook. Pada akhirnya saya harus bertanggungjawab atas apa yang terjadi pada platform ini. Kami akan mengambil pelajaran dari apa yang telah terjadi untuk melindungi platform kita dan membuat semuanya merasa nyaman ke depannya," tutur pria berusia 33 tahun itu, dikutip dari CNN.

Sementara COO Facebook Sheryl Sandberg menyebut kasus itu sebagai "pelanggaran terhadap kepercayaan publik".

Sebagaimana ramai diberitakan sebelumnya, perusahaan pengolah data Cambridge Analytica (CA) dilaporkan telah mencuri sebanyak 50 juta data pribadai pengguna Facebook untuk kepentingan Pilpres Amerika Serikat 2016.

CA ketika itu menjadi dipilih menjadi konsultan politik untuk memenangkan Donald Trump sebagai Presiden AS. 

Seorang profesor keturunan Rusia-Amerika dari Universitas Cambridge membuat suatu aplikasi untuk menjaring puluhan juta data-data tersebut dengan memberi alasan "tujuan akademik" kepada para pengguna.

Cara seperti itu merupakan pelanggaran dalam peraturan yang dibuat oleh regulator Facebook. 

Berita ini membuat Facebook kehilangan hampir US$50 miliar di pasar saham dan dihujani kritikan dari para politisi di Kongres AS.


komentar (0)