logo rilis

PDIP Ingatkan Herman HN soal Etika Publik
Kontributor
Tari Oktaviani
01 April 2018, 12:42 WIB
PDIP Ingatkan Herman HN soal Etika Publik
Cagub Lampung Herman HN

RILIS.ID, Jakarta— Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memerintahkan kepada seluruh calon gubernur usungan partainya untuk menjunjung tinggi etika publik. 

“Arahan DPP jelas, paslon harus menjunjung tinggi kesantunan dan etika publik," kata Fungsionaris PDIP, Hendrawan Supratikno kepada rilis.id, Jakarta, Minggu (1/4/2018).

Pernyataan Hendrawan ini menanggapi  calon gubernur Lampung Herman HN ihwal aksi walk out dalam acara pembedahan visi misi Pilgub Lampung. 

Menurutnya DPP perlu mendengar alasan walk out yang dilakukan cagub usungan partainya itu.

"Kami menunggu klarifikasi dari yang bersangkutan (Herman HN)," katanya 

Hendrawan juga berkilah soal aksi Herman HN itu dengan alasan kepadatan jadwal Herman HN. "Kerap kali terjadi seorang calon gubernur tak mengisi acara hingga acara selesai, mungkin agenda acara terlalu padat. Sehingga cagub ada agenda lain yang perlu didatangi. Atau ada kondisi lain yang tidak memungkinkan," tandasnya.

Tetapi Hendrawan menyebut pihaknya akan meminta penjelasan dari yang bersangkutan terlebih dahulu.

Sebelumnya, Calon Gubernur Lampung nomor urut 2, Herman HN, melakukan aksi walk out atau meninggalkan acara “Berkarya dan Berinovasi untuk Bangsa” yang digelar di Kampus Universitas Lampung, Sabtu (31/3/2018). Acara ini juga sekaligus membedah visi misi calon kepala daerah Lampung.

Wali Kota Bandar Lampung nonaktif ini mengaku kecewa dengan perlakuan panitia acara, karena tidak memberikan jatah waktu seperti yang sudah ditetapkan.

"Saya ini lagi menyampaikan visi dan misi, belum sampai 10 menit, sudah dibilang waktunya habis," kata dia kepada wartawan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Lampung, Muhammad Fauzul Adzim, angkat suara terkait aksi walk out Herman HN. Menurut dia, acara tersebut sudah sesuai dengan prosedur tetap (protap) sejak awal jalannya diskusi.

"(Soal waktu) Itu saya rasa hanya hal yang teknis, biasa terjadi kesalahpahaman antara moderator dan Herman," ujarnya.

Ia menghormati sikap Herman HN untuk tidak melanjutkan kehadirannya dalam diskusi. Mahasiswa, kata dia, tidak mudah kecewa dengan hal-hal kecil semacam itu.

"Masalah itu kami anggap hal biasa, dan tidak kecewa berat, kita fokus pada substansi bedah," ujar dia.

Fauzul menegaskan bahwa bedah visi misi itu untuk melihat pemimpin-pemimpin Lampung yang maju dalam kontestasi Pilgub 27 Juni. "Tadi saat diklarifikasi lagi ke Herman HN, bahwa dia juga ada kegiatan setelah ini," ungkapnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)