logo rilis

PDIP: Fadli Zon Lempar Dadu Lawan, Jangan Diladenin!
Kontributor
Nailin In Saroh
16 Mei 2018, 14:56 WIB
PDIP: Fadli Zon Lempar Dadu Lawan, Jangan Diladenin!
Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Salah satu elite parpol oposisi menyarankan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk maju kembali sebagai calon presiden 2019, lantaran Joko Widodo sebagai petugas partai tak becus memimpin Indonesia.

Menanggapi saran tersebut, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno dengan tegas menyatakan, Joko Widodo merupakan satu-satunya calon presiden yang telah resmi diusung partai banteng. Ia justru berbalik menyarankan agar pihak tersebut tidak berandai-andai hal lain.

"Capres PDI Perjuanga sudah diumumkan secara resmi dalam Rakernas yang lalu. Jangan berandai-andai lagi dan menciptakan polusi politik," tegas Hendrawan kepada rilis.id di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Menurutnya, lontaran kata tersebut hanyalah strategi pihak lawan yang tak mampu melawan capres petahana, Jokowi. Ia menilai, cuitan 'Megawati Nyapres Lagi' tak perlu didengarkan.

"Itu strategi lempar dadu mengadu lawan. Jangan diladenin, buang-buang energi, percuma," kata Hendrawan menekankan.

Hendrawan meyakini dan menjamin bahwa PDIP tetap mengusung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang. Ia pun tak mau menggubris celotehan tersebut.

"Jangan menari dengan gendang yang ditabuh lawan," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli menilai, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan petugas partai. Menurutnya, Jokowi tak becus memimpin bangsa ini.

Ia menyebutkan, selama Jokowi menjadi Presiden, keadaan malah semakin kacau balau, baik dari ekonomi, keamanan dan sebagainya.

Karena itu, ia menyarankan agar Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri yang mencalonkan sebagai presiden 2019 nanti.

“Ada baiknya Bu Mega jadi capres 2019, petugas partainya kurang mampu memimpin. Ekonomi berantakan, keamanan kacau. Sekadar saran saja,” tulis Fadli Zon dari akun Twitter @fadlizon, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)