logo rilis
PDIP Berat 'Jualan' Ideologi kepada Kelompok Milenial
Kontributor
Zul Sikumbang
06 Maret 2018, 11:35 WIB
PDIP Berat 'Jualan' Ideologi kepada Kelompok Milenial
Komarudin Watubun. FOTO: Istimewa

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) terus melakukan konsolidasi menghadapi Pemilu 2019 (Pileg dan Pilpres). Salah satu upaya yang dilakukan oleh PDIP adalah fokus pada Pilkada 2018 yang diyakini mampu menunjang perolehan suara partai banteng itu pada Pileg mendatang.

Untuk mengetahui seperti apa bentuk kongkret konsolidasi partainya, berikut wawancara khusus wartawan rilis.id, Zul Sikumbang dengan Ketua DPP PDIP yang juga Kepala Sekolah Partai PDIP Komarudin Watubun di Komplek Parlemen, Jakarta, Senin (5/3/2018)

Persiapan PDIP menghadapi Pemilu 2019 seperti apa?

Kita sekarang memanfaatkan momentum konsolidasi Pilkada 2018. Ini yang menjadi menjadi titik bergerak menuju 2019. Karena Pilkada 2018 berlangsung di daerah-daerah yang padat penduduk seperti di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur serta Sulawesi Selatan. 

Kalau kita menghitung pemilih di tahun 2019, sekitar 70 persen itu ada di daerah-daerah yang melangsungkan Pilkada langsung 2018. Kita fokus konsolidasi di pilkada langsung 2018 ini dan sekaligus mempersiapkan diri untuk Pileg dan Pilpres.

Persiapan khusus selain konsolidasi Pilkada 2018?

Program partai jelang pemilu  sudah ada, persiapan badan saksi, melakukan pelatihan dan sebagainya, hal-hal yang sangat teknis.

Bagaimana dengan pencalegan sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2019?

Oh ya, fokus PDIP juga pada rekrutmen calon, ada pelatihan-pelatihan juru kampanye, rekrutmen calon dan bagaimana kaderisasi para calon untuk Pileg

Bagaimana kriteria caleg dalam rangka menunjang persiapan PDIP menghadapi Pemilu (Pileg)?

Semua persiapan calon, SDM, aspek kematangan ideologi. Tapi realitasnya ada juga calon yang bukan dari kader, masuk lalu kita kader.

Apakah 'Jokowi Effect' kepada PDIP bisa seperti 2014?

Pasti ada. Karena Jokowi itu adalah kader PDIP. Kalau Jokowi sukses dalam memerintah, maka efeknya kepada PDIP. Tapi kalau tidak sukses, efeknya juga kepada PDIP pasti besar. Karena PDIP dan Jokowi ibarat dua mata uang, tidak bisa dipisahkan.

Artinya PDIP akan kembali keluar sebagai pemenang?

Harusnya menang. Kalau kita lihat hasil survei akhir-akhir ini, PDIP masih yang tertinggi. Tapi politik di Indonesia ini susah diprediksi. Aburizal Bakrie tiap hari beriklan, tapi begitu Jokowi muncul, langsung hilang. Menganalisa politik di Indonesia tidak gampang.

Apakah dukungan Partai Golkar akan mengganggu persiapan PDIP, apalagi ikut mengusung Jokowi. Bagaimana  treatment-nya?

Tidak mungkin dong dikasih tahu ke publik. Kalau menyangkut strategi internal, tidak mungkinlah disampaikan ke publik.

Berapa target PDIP pada Pemilu 2019?

Kalau target legislatif adalah 30 persen. Dulu PDIP pernah raih peringkat pertama. Dengan kondisi sekarang ini, kondisi partai relatif tenang, Jokowi Effect, harusnya mencapai 30 persen.

Target itu tidak bisa dicapai karena banyak partai yang menggunakan nama Jokowi?

Orang sudah tahu bahwa Jokowi adalah kader PDIP. Kalau ada partai yang menggunakan nama Jokowi, tidak akan berdampak ke PDIP. Kecuali PDIP tidak mencalonkan Jokowi, efeknya baru akan terlihat dan tidak akan pilih PDIP. Masing-masing punya basis pemilih.

Apakah persiapan PDIP hadapi Pemilu 2019 terganggu dengan isu-isu PKI?

Isu itu kita prihatin. Bangsa yang sudah merdeka dan 70 tahun lebih, kok masih jual isu murahan gitu. Isu komunis itu di dunia tidak ada, komunis itu terakhir China dan China sudah buka diri. Kita ini, ada kelompok-keompok yang ingin berkuasa tapi tidak ada cara lain sehingga menjual isu murahan. Politik musiman lah. Generasi muda menerima informasi begitus saja. Jadi tidak ada pengaruh yang signifikan dan hanya berpengaruh kepada orang-orang bodoh yang menerima isu tersebut.

Kalau target pemilih pemula?

Ya, target kepada pemilih pemula harus kerja berat PDIP. PDIP menganut faham ideologi dan orang tidak tertarik membahas ideologi. Sebagai bangsa dan partai harus ada ideologi

Bagaimana mengimplementasikan ideologi partai sehingga bisa diterima oleh pemilih pemula atau milenial?

Sekarang banyak kegiatan untuk pemilih muda. Intinya partai harus bermanfaat bagi mereka. Makanya kita selalu rutin setiap anak-anak lulus SMA yang ingin tes masuk perguruan tinggi, PDIP memfasilitasinya dan jumlahnya hingga ratusan ribu orang di setiap kota. Dan itu bentuk perhatian PDIP. 

Editor: Yayat R Cipasang


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)