Home » Peristiwa » Dunia

PBB Tekankan Proyek Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

print this page Jumat, 12/1/2018 | 21:57

Koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nikolay Mladenov membahas pertemuan Dewan Keamanan U.N. atas pengakuan A.S. di Yerusalem di markas U.N. di New York, Amerika Serikat pada tanggal 18 Desember 2017. FOTO: Anadolu Agency/Mohammed Elshamy

RILIS.ID, New York— Koordinator Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nikola Mladenov pada Kamis (11/1) mengatakan, keputusan Israel membangun lebih dari 1.000 unit rumah baru di Tepi Barat merupakan tindakan ilegal menurut hukum internasional.

Dalam sebuah pernyataan tertulisnya, Mladenov meminta Israel membatalkan keputusan yang hanya akan semakin memperuncing konflik di Palestina.

Ia juga menegaskan, proyek yang telah bertahun-tahun digencarkan Israel itu merupakan salah satu hambatan terbesar bagi proses perdamaian di sana.

Pihak berwenang Israel kemarin menyetujui pembangunan perumahan tambahan di permukiman Yahudi di sejumlah wilayah di Tepi Barat.

Selama beberapa waktu terakhir, pemerintah Israel di bawah kepemimpinan Netanyahu semakin mempercepat pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat. 

Proyek itu pun kian meluas hingga ke  Yerusalem Timur—kota yang diakui PBB sebagai ibu kota Palestina.

Sejak 1967 hingga saat ini, Israel telah mendirikan 131 permukiman di Tepi Barat, 10 di Yerusalem Timur dan 116 unit di daerah-daerah di perbukitan Tepi Barat.

Saat ini tercatat ada sekitar 500 ribu pemukim yang tinggal di permukiman-permukiman di Tepi Barat, dan 220 ribu lainnya di Yerusalem Timur. 

Israel dikabarkan ingin meningkatkan jumlah pemukim di Tepi Barat menjadi satu juta orang dalam waktu dekat.

Menurut hukum internasional, seluruh unit permukiman Yahudi di daerah-daerah tersebut bersifat ilegal.

Penulis Syahrain F.
Sumber Anadolu Agency

Tags:

PBBPALESTINAPERMUKIMAN YAHUDI