Home » Peristiwa » Dunia

PBB Sediakan Perundingan tentang Penggunaan Robot Pembunuh

print this page Senin, 13/11/2017 | 18:11

Tiruan Robot Pembunuh: FOTO: voenews

RILIS.ID, Jenewa— Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menyiapkan perundingan tentang penggunaan senjata otonom.

Lebih dari 100 pengusaha pembuat kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang dipimpin oleh Elton Musk dari Tesla untuk mendesak PBB memberlakukan larangan global terhadap senjata otonom.

Para aktivis yang telah memperingatkan bahwa mesin tersebut akan menimbulkan risiko yang sangat besar bagi penduduk sipil.

Sebuah kelompok bernama Konvensi Senjata Konvensional Tertentu (CCW) melakukan rapat mengenai senjata otonom. Namun, hasil rapat itu belum menemui sebuah perjanjian internasional.

"Akan sangat mudah untuk hanya membuat peraturan larangan tapi saya pikir bersikap terburu-buru untuk masalah yang sangat kompleks tidak bijaksana," kata Duta Besar India untuk perlucutan senjata, Amandeep Gill, yang memimpin rapat tersebut, seperti dikutip voanews, Senin (13/11/2017).

"Kami baru di garis start," tambah dia.

Senjata otonom adalah robot yang dirancang untuk melakukan serangan militer terhadap manusia atau instalasi tanpa intervensi dari operator manusia.

Sementara, Campaign to Stop Killer Robots merupakan pendukung pelarangan terhadap senjata otonom, bersikeras bahwa manusia harus bertanggung jawab atas keputusan akhir untuk menghancurkan.

Mereka berpendapat bahwa setiap sistem senjata yang melakukan suatu penyerangan ke sebuah tempat adalah ilegal. Karena komputer tidak dapat dimintai pertanggungjawaban berdasarkan hukum kemanusiaan internasional.

Penulis Sukma Alam

Tags:

PBBSenjata OtonomSenjata Pembunuh

loading...