logo rilis

PBB Desak Myanmar Buka Akses Bantuan untuk Etnis Rohingya
Kontributor
Syahrain F.
09 April 2018, 22:41 WIB
PBB Desak Myanmar Buka Akses Bantuan untuk Etnis Rohingya
Muslim Rohingya yang melarikan diri dari tindak kekerasan militer di Myanmar membawa pasokan pangan yang didistribusikan oleh Bulan Sabit Merah Turki ke kamp pengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh pada 7 April 2018. FOTO: Anadolu Agency/Arif Hüdaverdi Yaman 

RILIS.ID, Yangon— Pejabat senior PBB mendesak pemerintah Myanmar untuk memberikan pekerja kemanusiaan akses berkelanjutan dan tak terbatas kepada semua orang yang terkena dampak konflik di negara itu.

Ursula Mueller, asisten sekretaris jenderal untuk urusan kemanusiaan sekaligus wakil koordinator bantuan darurat, mengakhiri misinya selama enam hari di Myanmar kemarin (8/4/2018). 

Dia mengunjungi beberapa daerah etnis yang dilanda konflik, termasuk Rakhine, Kachin utara, dan timur laut Shan.

"Akses kemanusiaan di Myanmar telah memburuk secara signifikan sejak akhir tahun lalu, tidak hanya di Rakhine tetapi juga di negara bagian Kachin dan Shan," kata Mueller dalam sebuah pernyataan.

"Ketika Anda menutup akses kemanusiaan, maka akan ada dampak krisis kemanusiaan yang sangat nyata," tambah dia.

Di kota Maungdaw, Rakhine, operasi militer memaksa hampir 700.000 Muslim Rohingya melarikan diri dari perbatasan ke Bangladesh, karena desa-desa kelompok minoritas itu dibakar atau dibuldoser.

"Krisis kemanusiaan melanda kedua sisi perbatasan Bangladesh-Myanmar yang berdampak pada kelompok orang terbesar tanpa negara di dunia," ungkap Mueller.

Selama kunjungannya, Mueller sempat mengunjungi tempat transit pengungsian yang dibangun pemerintah di Maungdaw.

Sumber: Anadolu Agency


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)