logo rilis

PBB Desak Israel Hentikan Kekerasan terhadap Warga Gaza
Kontributor
Syahrain F.
07 April 2018, 23:05 WIB
PBB Desak Israel Hentikan Kekerasan terhadap Warga Gaza
Seorang pria Palestina menggendong pria lainnya yang terluka selama protes "Great March of Return". FOTO: Anadolu Agency/Hassan Jedi

RILIS.ID, New York— PBB menyampaikan kekhawatirannya mengenai kekerasan militer Israel terhadap pendemo asal Palestina di Gaza dan mendesak Tel Aviv untuk memperbolehkan pemrotes berunjuk rasa dengan damai, dan menahan diri untuk menindak dengan kekerasan.

Stephane Dujarric mengatakan, kemarin (6/4/2018), PBB terus-menerus dihujani laporan mengenai kekerasan. Dia pun mendesak semua pihak untuk menghindari konfrontasi.

Menurut dia, utusan PBB untuk Timur Tengah Nickolay Mladenov telah menghubungi sejumlah pihak di Jalur Gaza untuk menahan diri.

Mladenov juga secara khusus berbicara kepada Israel, dan meminta Tel Aviv untuk tidak menggunakan kekerasan yang berlebihan, apalagi terhadap anak-anak.

Sejak Jumat pagi, ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza untuk berpartisipasi dalam demonstrasi anti-pendudukan.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya tujuh warga Palestina tewas ditembak tentara Israel dari sisi lain perbatasan. Salah satu korbannya adalah seorang anak kecil.

Dua lainnya telah diidentifikasi sebagai Osama Khamis Qudeih, yang ditembak timur di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, dan Magdi Shabat, yang ditembak di pinggiran barat kota Gaza.

Sedikitnya 1.070 warga Palestina lainnya luka-luka, termasuk lima orang yang berada dalam kondisi kritis.

Israel telah mengerahkan ribuan pasukan di sepanjang perbatasan dan bertekad akan menggunakan kekerasan terhadap siapa saja yang mengancam "infrastruktur keamanan Israel."

Di hari yang sama, Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan darurat untuk membahas situasi di Gaza dan menuntut "penyelidikan independen dan transparan" mengenai kekerasan Israel, namun tidak menghasilkan apa-apa karena ditentang oleh Amerika Serikat.

Sumber: Anadolu Agency


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)