Home » Muda

PB HMI: Setya Novanto Politisi Panjat Pinang

print this page Jumat, 17/11/2017 | 17:25

Ketua DPR yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wasekjen Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) PB HMI, Agus Harta, mengatakan, sudah saatnya hukum menjadi panglima di negeri ini. Hal itu dikatakannya menyangkut kasus yang tengah menjadi polemik, korupsi yang  menyeret nama Ketua DPR juga Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto.

"Ia adalah politisi panjat pinang. Dia sebatang tapi licin, kasus e-KTP ini semoga menjadi kasus yang terakhir buat setya novanto," katanya ketika dihubungi rilis.id, Jumat (17/11/2017).

Ia berpendapat rekayasa sakit atau rekayasa apapun yang dilakukan oleh para koruptor-koruptor sebelumnya, KPK wajib menjalankan tugasnya untuk seret para tikus-tikus negara. 

Siapapun yang terjerat di dalam Kasus Korupsi e-KTP, sekalipun itu Presiden yang terlibat hukum tidak boleh tebang pilih. 

"Indonesia harus mewujudkan para ksatria hukum yang jujur dan adil. Tidak ada kompromi untuk para Koruptor," tegasnya.

Dengan kejadian ini, lanjutnya,  Indonesia dalam kondisi darurat korupsi, dan Presiden harus menyikapi persoalan dengan serius. 

"Jika perlu hukum seberat beratnya yaitu dengan hukuman mati. Saya yakin para mafia di negeri ini bubar," ucapnya.

"Saya berharap Setnov cepat sembuh, jadilah politisi Gantleman, semangat menghadapi kasus hukum yang menimpanya," tutupnya.

Penulis Henrikus Setya Adi
Editor Syahrul Munir

Tags:

PB HMISetya NovantoPolitisi Partai Golkar