logo rilis
Pastikan Produksi Kelapa Optimal, Balitbangtan Gelar Bimtek
Kontributor
Fatah H Sidik
06 Mei 2018, 21:21 WIB
Pastikan Produksi Kelapa Optimal, Balitbangtan Gelar Bimtek
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Roem Kono (tengah) membuka bimbingan teknis soal kelapa di Gorontalo, Sabtu (5/5/2018). Kegiatan digelar Puslitbang Perkebunan Balitbangtan dan melibatkan 230 petani kelapa di Gorontalo. FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Gorontalo— Badan Penelitian dan Pengembangan Penelitian Pertanian Kementerian Pertanian (Balitbangtan Kementan) menggelar bimbingan teknis terkait pengembangan kelapa di Gorontalo, Sabtu (5/5/2018). Tujuannya, memastikan benih yang didistribusikan ditanam sesuai petunjuk teknis dan hasilnya optimal.

Kegiatan bertema "Inovasi Teknologi Mendukung Pengembangan Kelapa Nasional dan Peningkatan Kesejahteraan Petani" ini, digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan serta didukung Balai Penelitian Tanaman Palma, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Gorontalo, dan Dinas Pertanian Gorontalo. Pesertanya, 230 petani kelapa dari lima kabupaten di Gorontalo.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Roem Kono, mengapresiasi dukungan inovasi teknologi Balitbangtan dalam pengembangan kelapa di Gorontalo, baik melalui teknik konvensional maupun nonkonvensional. Harapannya, peningkatan produksi diiringi pengeloaan pascapanen untuk menghasilkan berbagai produk berkualitas dan berdaya saing tinggi di pasar global.

Hal tersebut, tambahnya, mendorong munculnya industri pengolahan produk kelapa skala rumah tangga hingga industri besar yang berorientasi ekspor. "Dengan demikian, akan terjadi peningkatan pendapatan petani, daya beli petani meningkat (NTP surplus), penyerapan tenaga kerja, serta ekspor juga meningkat. Pada akhirnya, bisa mendongkrak pendapatan domestik bruto (PDB) sebagai indikator pertumbuhan ekonomi bangsa," urainya.

Politisi partai Golkar ini menambahkan, dukungan pemerintah dan swasta serta peran aktif petani sangat diharapkan. Alhasil, Gorontalo bisa menjadi acuan dalam hal pengembangan kelapa terpadu yang berorientasi bioindustri. "Saya berharap petani yang mengikuti bimtek ini, bisa menjadi model petani kelapa sukses bagi petani yang lain," lanjut Roem.

Sebagai informasi, Puslitbang Perkebunan memiliki berbagai tugas dalam upaya mengentaskan kemiskinan dengan menggenjot sektor pertanian. Di antaranya, menyediakan benih-benih komoditas perkebunan unggul dan bersertifikat untuk didistribusikan ke instansi yang ditunjuk Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan.

Di Indonesia, 98 persen tanaman perkebunan di Tanah Air dikelola masyarakat. Kelapa, satu di antaranya. Bahkan, Indonesia menjadi produsen kelapa terbesar kedua di dunia di bawah India dengan luas tanaman 3,6 juta hektare atau 31 persen dari total luas di dunia (12 juta hektare).

Komoditas kelapa memiliki nilai ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat Indonesia. Tanaman ini pun berperan dalam pertumbuhan ekonomi sebagai sumber pangan, pakan, papan, bioenergi terbarukan, sumber devisa negara. Karenanya, kelapa kerap disebut sebagai "tanaman kehidupan (the tree of life)".

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2016, luas perkebunan kelapa di Gorontalo sekitar 48.699 hektare setara 1,4 persen dari total luas tanaman se-Indonesia. Produktivitasnya, 69.304 ton kopra atau setara 1,42 ton kopra per hektare per tahun, lebih tinggi dari rata-rata poduksi kelapa nasional yang hanya 1,1 ton kopra per hektare per tahun. Namun, di bawah potensi kelapa unggul yang mampu mencapai tiga ton kopra per hektare per tahun. 

"Sebuah mimpi tidak menjadi kenyataan melalui sihir. Dibutuhkan keringat, tekad, dan kerja keras (Collin Powel)". Jayalah kelapa Indonesia, sejahteralah petaninya.

Sumber: Jelfina Alouw/Balitbangtan Kementan


500
komentar (0)