logo rilis

Pastikan Besok Lebaran, Kemenag Sebar Perukyat di 97 Titik
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
14 Juni 2018, 10:15 WIB
Pastikan Besok Lebaran, Kemenag Sebar Perukyat di 97 Titik
Ilustrasi ketika petugas tengah berupaya melihat hilal. FOTO: Suaramasjid

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Agama (Kemenag) menyebar sejumlah perukyat untuk melihat hilal sebagai salah satu unsur referensi menetapkan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan rukyatul hilal itu akan dilaksanakan pada Kamis (14/6/2018) yang disebar di 97 titik pemantauan yang tersebar pada 34 Provinsi di Indonesia.

Setelah itu, barulah akan dilakukan sidang Isbat Syawal pada sore harinya. Keputusan pemerintah ini yang menjadi acuan, masyarakat melangsungkan lebaran.

Sidang Isbat itu akan dihadiri sejumlah perwakilan dari unsur-unsur seperti kedutaan besar negara-negara sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Hadir juga dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kemudian, Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, pakar falak dari ormas-ormas Islam, pejabat eselon I dan II Kemenag dan Tim Hisab dan Rukyat pemerintah.

Sosiolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) dari Sumatera Utara, Ansari Yamamah, mengatakan ada fenomena sosial yang negatif selama ini dalam keberagamaan berupa adanya perbedaan pendapat dalam menetukan Idul Fitri.

Pihaknya menilai, fenomena tersebut sebagai salah satu kelemahan umat Islam di Indonesia karena tidak mampu menyatukan pendapat meski bukan terkait hal yang prinsipil.

"Bagaimana kita bisa bersatu dalam hal yang prinsipil, yang bukan prinsipil saja sulit untuk bersatu," katanya.

Menurut Ansari, pemerintah memiliki personel dan infrastruktur yang mencukupi dalam mengkaji dan memantau situasi untuk menentukan 1 Syawal.

Karena itu, sangat wajar jika umat Islam dan pengurus ormas Islam untuk menunggu keputusan pemerintah dalam penetapan hari besar keagamaan tersebut.

Ketaatan pada pemerintah itu juga sesuai dengan konsep ushul fiqh "Hukmul hakimi yarfa'ul khilaf" atau keputusan hakim atau pemerintah dapat menghilangkan perbedaan.

Selain itu, kata Ansari, ketaatan pada keputusan pemerintah juga dapat membantu kesemarakan Idul Fitri yang bukan hanya bernilai ibadah, melainkan bagian dari syiar Islam.

Kekompakan dalam merayakan Idul Fitri tersebut dapat menunjukkan persatuan dan kesatuan umat Islam sehingga menambah wibawa agama.

"Kalau bersatu, itu bisa menunjukkan kekuatan umat Islam sehingga semakin disegani," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)