logo rilis
Pasokan BBM Bersubsidi di Kalsel Belum Normal
Kontributor
Fatah H Sidik
08 April 2018, 21:56 WIB
Pasokan BBM Bersubsidi di Kalsel Belum Normal
Bahan bakar minyak (BBM). ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Banjarmasin— Pasokan dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi ke beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalimantan Selatan belum normal. Terlihat antrean mobil "mengular" untuk mendapatkan solar bersubsidi.

SPBU di Jalan Trikora Banjarbaru dan Jalan Subardjo/Lingkar Basirih Banjarmasin, misalnya. Di kedua lokasi, terlihat antrean panjang truk hingga ke tepi jalan guna mendapatkan Solar bersubsidi.

Menurut sopir truk yang tengah mengantre, Jujus, pernyataan DPRD Kalsel, beberapa waktu lalu, cuma pelipur lara. "Belum ada tindak lanjut," ujarnya di Banjarmasin, Minggu (8/4/2018). Dia menilai, ada ketidaksesuaian antara Ditjen Migas dengan kondisi di lapangan.

 yang menyatakan tak ada masalah pasokan dan penyaluran BBM, dengan kenyataan di lapangan, seperti jenis solar bersubsidi masih sering kosong di SPBU.

Pada 6 April, Anggota Komisi III DPRD Kalsel, HM Rosehan NB, mengklaim, pasokan dan penyaluran BBM bersubsidi di Kalsel normal tanpa kendala. Dia mengutip pernyataan Kasubdit Harga dan Subsidi BBM Ditjen Migas Kementerian ESDM saat konsultasi, 5 April.

Pada acara tersebut, DPRD turut menyampaikan kelangkaan elpiji bersubsidi tiga kilogram. Imbasnya, harga melambung di pasaran hingga Rp30 ribu. Padahal, harga eceran tertinggi (HET) di Banjarmasin cuma Rp17.500.

Begitu pula BBM bersubsidi jenis Premium dan Solar, sering kosong di SPBU tertentu. Pertalite dan Pertamax kadang-kadang habis.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)