logo rilis

Pascavonis Mati Aman Abdurahman, Satuan Antiteror Perkuat Setiap Polda
Kontributor
Tari Oktaviani
23 Juni 2018, 13:30 WIB
Pascavonis Mati Aman Abdurahman, Satuan Antiteror Perkuat Setiap Polda
ILUSTRASI: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, kepolisian melakukan antisipasi pasca vonis mati Ketua Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurahman. Menurutnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan agar satuan antiteror di setiap Polda diperkuat.

"Jadi prinsipnya Polri tetap mengantisipasi bahkan Pak Kapolri memerintahkan beberapa waktu lalu untuk memperkuat dan membentuk satgas antiteror tiap-tiap Polda," katanya, Jakarta, Sabtu (23/6/2018).

Dia menyampaikan, satgas anti teror tiap polda ini yang akan memantau seluruh sel-sel terkait JAD dan JAT. Dibantu dengan kerja sama densus 88. Ini mengingat densus 88 yang memiliki data terkait jaringan teror yang masih tumbuh di lapangan.

"Karena densus yang punya datanya kemudian mereka bersinergi mengawasi yang ada di wilayah nah ini seperti yang ditangkap beberapa waktu lalu semua pasti ada bukti, ada kaitannya walaupun demikian kita tetap kita pada saat ditangkap abis itu pendalaman sejauh mana keterlibatan dan perannya," ujarnya.

Lebih jauh, dia berharap agar tidak ada lagi pengganti Aman. Namun dia mengakui potensi itu bisa saja terjadi. Tetapi dikatakannya, densus 88 sudah mengawasi jauh hari dan mengantisipasinya.

"Pasti adalah akan muncul terus tapi teman densus mengawasinya," tegasnya.

Sementara itu terkait dengan eksekusi mati Aman, Kepolisian tidak ikut campur. Meskipun ada permintaan untuk dipercepat namun menurutnya eksekusi tetap kewenangan Jaksa.

"Untuk eksekusi kewenangan jaksa. Kita melakukan pengamanan. Klo prinsipnya kapan pun kita siap mengamankan," tegasnya.

Sebelumnya diketahui majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Selatan memvonis mati Aman Abdurrahman.  Dalam putusan, Aman Abdurrahman terbukti menggerakkan teror bom Gereja Oikumene di Samarinda pada 13 November 2016; bom Thamrin pada Januari 2016; bom Kampung Melayu pada 24 Mei 2017; penusukan polisi di Sumut pada 25 Juni 2017; serta penembakan polisi di Bima pada 11 September 2017.

Selain itu, Aman menjadi penggagas terbentuknya Jamaah Ansharut Daulah (JAD). JAD punya kegiatan mendukung daulah islamiyah dan mempersiapkan kegiatan amaliah jihad.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)