logo rilis

Pascatragedi Asifa, India Sahkan Hukuman Mati Bagi Pemerkosa Anak
Kontributor
Syahrain F.
23 April 2018, 03:31 WIB
Pascatragedi Asifa, India Sahkan Hukuman Mati Bagi Pemerkosa Anak
Masyarakat Kashmir menggelar demonstrasi memprotes tindakan biadab pemerkosaan dan pembunuhan gadis berusia delapan tahun. FOTO: Getty Images/Yawar Nazir

RILIS.ID, New Delhi— Kabinet pemerintah India menyetujui penerapan hukuman mati bagi pemerkosa anak di bawah 12 tahun.

Keputusan itu diambil dalam sebuah rapat yang dikepalai Perdana Menteri Narendra Modi di ibu kota New Delhi, Sabtu (21/4).

Peraturan baru ini juga meningkatkan hukuman minimal bagi pemerkosa anak perempuan di bawah 16 tahun, dari 10 tahun menjadi 20 tahun penjara dan bisa ditingkatkan menjadi hukuman seumur hidup.

Perubahan hukum ini akan disahkan setelah disetujui oleh Presiden Ram Nath Kovind.

Langkah terbaru ini ditempuh menyusul tekanan kuat dan kemarahan rakyat India terkait kasus pemerkosaan massal dan pembunuhan seorang gadis berusia delapan tahun bernama Asifa di Kathua, Jammu Kashmir.

Perempuan dari suku nomaden Bhakerwal itu diculik pada Januari lalu. Menurut laporan polisi, korban diperkosa massal dalam tiga kesempatan di dalam sebuah kuil di Hiranagar. 

Dia dibius, dipaksa kelaparan, dan diperkosa oleh sejumlah pria, termasuk polisi. Sepekan kemudian, tubuhnya yang sudah tak bernyawa ditemukan di Kathua.

Polisi Jammu Kashmir mengatakan, tindakan tidak manusiawi dilakukan dengan tujuan mengusir komunitas Muslim Bakherwal agar keluar dari kawasan mayoritas Hindu itu. 

Menurut polisi, penjaga kuil berusia 60 tahun, Sanjhi Ram, merupakan otak di balik aksi kriminal sadis itu.

Demonstrasi massal digelar di seluruh India pekan lalu untuk memprotes insiden keji itu.

Aksi protes berlangsung di New Delhi, Mumbai, Chandigarh, Bengaluru, Bhopal, Indore, Ajmer, Surat, Goa, Thiruvananthapuram, dan beberapa kota lain. 

Artis-artis tersohor Bollywood juga turut menyuarakan kekhawatiran mereka dan menuntut keadilan.

Sumber: Anadolu Agency


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)