logo rilis
Pascateror Bom, Ribuan Akun Media Sosial Diblokir
Kontributor
Fatah H Sidik
15 Mei 2018, 19:37 WIB
Pascateror Bom, Ribuan Akun Media Sosial Diblokir
Media sosial. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menutup ratusan akun, lantaran berkaitan dengan terorisme dan radikalisme. Langkah tersebut ditempuh pascateror bom di sejumlah daerah, beberapa hari terakhir.

"Yang sudah dikonfirmasi, dilakukan penghapusan akun di media sosial. Identifikasi dari ribuan akun, ada yang sudah ditutup atau pun dihapus, seperti di Youtube, dan ada yang belum," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, di Gedung Kominfo, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Katanya, platform media sosial kooperatif saat diminta menutup akun yang berkaitan dengan radikalisme. Berdasarkan data Kominfo, Telegram menutup 280 akun, Youtube 350 akun atau konten, serta Facebook dan Instagram menutup 300 dari 450 akun.

"Kenapa masih banyak, ada yang belum ditutup walaupun sudah diidentifikasi? Itu justru untuk memastikan orangnya ditangkap oleh Polri, BNPT, atau Densus 88," jelasnya.

Setelah kepentingan penyelidikan selesai, Kominfo akan meminta platform terkait menutup akun atau konten tersebut.

Di sisi lain, Rudiantara mengimbau masyarakat tak menyebarluaskan konten terkait aksi teror, khususnya korban untuk melindungi perasaan keluarganya.

"Saya selalu bilang, jejak digital itu bukan seumur hidup, tapi seumur-umur. Makanya, posting-lah yang positif-positif. Jangan main-main dengan jejak digital," pungkas dia.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)