logo rilis
Pascakasus Buruh Tewas di Lemari Es, Kuwait-Filipina Menegang
Kontributor
Syahrain F.
26 April 2018, 19:49 WIB
Pascakasus Buruh Tewas di Lemari Es, Kuwait-Filipina Menegang
Duta Besar Filipina untuk Kuwait Renato Pedro Villa diminta pulang ke negara asal oleh Pemerintah Kuwait setelah pihak Kedubes Filipina membantu pemulangan buruh migrannya pasca kasus ditemukannya jasad pekerja Filipina di dalam lemari es. Credit: AFP/Yasser Al-Zayyat

RILIS.ID, Manila— Pemerintah Kuwait mengumumkan Duta Besar Filipina untuk Kuwait Renato Pedro Villa sebagai orang yang tidak diinginkan. Dengan begitu Pemerintah Kuwait memerintahkan Duta Besar Filipina untuk meninggalkan negara tersebut.

Pemerintah Kuwait dikabarkan juga telah menarik Duta besarnya di Manila. Dubes Filipina diberikan waktu paling lambat sepekan untuk meninggalkan negara tersebut.

Keputusan pengusiran itu dilandasi kemarahan pemerintah Kuwait atas tindakan staf kedutaan besar Filipina yang dianggap telah melanggar undang-undang Kuwait, kesepakatan internasional dan kedaulatan negaranya.

Otoritas Kuwait menilai sikap staf kedutaan Filipina yang membantu warganya melarikan diri setelah mendapat perlakuan kasar dari majikannya merupakan tindakan yang mencampuri urusan dalam negeri Kuwait.

Kuwait menyebut tindakan Kedutaan Filipina tersebut bertentangan dengan Perjanjian Vienna yang ditandatangani pada tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik.

Namun, di satu sisi, Kuwait juga dinilai tak mampu dalam memberikan jaminan perlindungan keamanan bagi tenaga kerja Filipina yang bekerja di negara kaya minyak itu. 

Ketegangan antara pemerintah Kuwait dengan Filipina bermula dari sebuah kasus penganiayaan terhadap buruh migran Filipina di Kuwait. Tenaga kerja asal Filipina itu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di dalam sebuah lemari pendingin.

Perlakuan buruk yang diterima warga negaranya di Kuwait membuat Presiden Filipina Rodrigo Duterte memutuskan untuk menghentikan dan melarang pemberangkatan warganya untuk bekerja menjadi buruh di negara tersebut.

Presiden Filipina telah memerintahkan Philippine Airlines dan Cebu Pacific untuk mengakomodasi kepulangan para pekerja Filipina yang ingin pulang dari Kuwait.

"Para pekerja yang ingin kembali ke negaranya akan mendapatkan tiket gratis dari Philippine Airlines atas perintah dari Presiden," ujar Duterte.

Presiden Filipina Duterte dalam sebuah konferensi pers mengatakan, "Orang Filipina bukan budak siapa pun, di mana saja.”

Duterte menilai otoritas Kuwait tak dapat melindungi warga Filipina terkait masalah tenaga kerja. Tercatat setidaknya 276.000 warga Filipina bekerja di Kuwait. 


500
komentar (0)