logo rilis
Pasca Deklarasi, Elektabilitas Prabowo Naik, Jokowi Malah Turun
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
21 Mei 2018, 22:47 WIB
Pasca Deklarasi, Elektabilitas Prabowo Naik, Jokowi Malah Turun
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto terus mengalami kenaikan pada elektabilitasnya, meskipun masih di bawah Presiden Joko Widodo. 

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, kenaikan elektabilitas mantan Danjen Kopassus itu tak lepas dari deklarasinya beberapa pekan lalu. 

Yunarto mengatakan, elektabilitas Prabowo saat ini di angka 23,3 persen. Angka itu menurutnya, lebih tinggi dibandingkan hasil survei dari Litbang Kompas pada April 2018 lalu, 14,1 persen. 

"Ada pengaruh terhadap deklarasi Prabowo, minimal di internalnya yang membuat elektabilitasnya semakin naik," kata Toto, sapaan akrabnya saat menyampaikan hasil surveinya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (21/5/2018). 

Berbeda dengan Prabowo, elektabilitas Jokowi justru semakin menurun dibandingkan survei Litbang Kompas. Elektabilitas Jokowi berada di angka 51,2 persen. Berbeda dengan survei Kompas lalu yang mencapai 55,9 persen. 

"Pada nama-nama lain, tingkat elektabilitas masih berada di bawah 10 persen," ujarnya. 

Charta Poltitika sendiri melakukan pengumpulan data pada 13-19 April 2018 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 2000 responden yang tersebar di 34 provinsi. 

Survei itu menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


komentar (0)