logo rilis
Pasar Cepat Panas, IKAPPI: Tahun Politik Komentar yang Adem Saja
Kontributor
Tari Oktaviani
26 April 2018, 15:24 WIB
Pasar Cepat Panas, IKAPPI: Tahun Politik Komentar yang Adem Saja
Penjual bahan kebutuhan pokok. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri menyebut tahun politik berpengaruh luas, termasuk dalam perdagangan ritel di pasar. Menurutnya, suasana pasar cepat memanas lantaran pernyataan segelintir pejabat yang 'digoreng' oleh berbagai pihak.

"Jangan buat spekulasi tanpa data. Jangan ber-statment yang justru merusak psikologis pasar, karena tahun politik gampang panas. Komentar yang adem-adem saja," ujar Mansuri kepada rilis.id, Kamis (26/4/2018).

Mansuri menilai, pernyataan pejabat kerap kali dijadikan patokan segelintir pihak, seperti spekulan untuk mempermainkan harga. Hal ini akan berpengaruh pada harga di tingkat konsumen. Terlebih jelang Pilkada 2018 dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018.

"Maka mengawasi distribusi pangan sangat penting dengan membuat satuan tugas (satgas) yang khusus pangan," katanya.

Rekomendasi, lanjutnya, pemerintah seharusnya lebih sering melakukan pertemuan dengan berbagai pihak terkait. Hal ini berguna untuk mengatur psikologis pasar, sehingga spekulan takut mengambil celah di momentum HKBN dan Pilkada 2018.

"Adanya satgas pangan bisa menakut-nakuti spekulan. Dan juga saran kami (Ikappi) banyaklah pemerintah bertemu dengan pihak terkait, seperti petani, pedagang, masyarakat dan antarkementerian. Sehingga bisa melakukan evaluasi bertahap," ungkap Mansuri.

Selain itu, pemerintah harus memiliki data yang mumpuni untuk memantau pasokan. Selain peta persebaran produksi, kementerian terkait diminta bisa memberikan subsidi distribusi kepada pelaku usaha.

"Kalau punya peta produksi bisa digunakan untuk mengetahui daerah mana saja yang bisa mencukupi kebutuhan daerah yang kurang," pungkasnya.

Editor: Elvi R


500
komentar (0)