logo rilis

Partai Politik, Bersikaplah!
kontributor kontributor
Arif Budiman
21 Desember 2018, 06:22 WIB
Pemerhati sosial, penikmat kopi, bekerja sebagai pegiat kepemiluan
Partai Politik, Bersikaplah!
ILUSTRASI: Hafiz

APAPUN partainya, visi-misinya sama. Bungkusnya berbeda, isinya sama. Warnanya berbeda, sikap dan kebijakannya serupa. Begitulah citra dan kinerja partai politik kita. Setidaknya sampai dengan Pemilu Legislatif 2014. Bagaimana tidak? Politisi-politisi populer berloncatan dari satu partai ke partai yang lain, berpindah kantor dari satu lokasi ke lokasi yang lain, berganti warna jas dari satu munas ke munas yang lain. Namun, warna dan arah kebijakan politik, ekonomi, sosial, dan budaya relatif tak banyak berubah. 

Abu-abu menjadi warna favorit. Dipilih namun tak diakui. Bersembunyi di balik moderasi. Takut mengambil posisi, namun tak berani secara jantan mengakui. Bahwa bagi mereka pragmatisme adalah harga mati.

Sikap politik bisa dinegosiasikan, pilihan kebijakan mudah ditawar, gerak langkah didasarkan atas pertimbangan sebesar-besarnya keuntungan. Demi pemenuhan kepentingan pribadi dan golongan. Bukan untuk mewujudkan tatanan yang dicita-citakan.

Fleksibilitas tanda kehidupan dikumandangkan. Sering dilafal sebagai mantera pengasihan. Difungsikan sebagai tirai hiasan. Dekorasi yang mempercantik tampilan. Menutupi jerawat, bisul, dan luka cela yang padat di muka.
 
Menyembunyikan ketidakmampuan untuk bertahan. Mengalihkan kegagalan dalam memahami arti ideologi. Sampai kapan kekelaman itu dipertahankan?

Masa kegelapan partai politik harus diakhiri. Sekarang. Pragmatisme bukan harga mati. Visi perjuangan yang berbasis ideologi itulah pedoman dan penuntun jalan. Petunjuk arah menuju cita-cita politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang diidealkan. 

Kesadaran ideologis penting ditanamkan. Pada setiap kepala aktivis dan pengurus partai. Operasionalisasinya dituangkan dalam dokumen-dokumen organisasi. Implementasinya ditampakkan dalam setiap isu politik dan kebijakan. Secara demonstratif dan transparan. 

Pemilu 2019 adalah momentum bagi partai politik untuk melakukan modernisasi. Mengubah warna abu-abu dengan warna tegas yang menarik pandangan mata. Menunjukkan warna kebijakan yang diusung. Menegaskan garis perjuangan yang dijadikan titian. Dengan penuh keyakinan.

Sampaikan saja secara terbuka panji-panji mana yang akan dibawa dan dikibarkan partai politik ke medan pertempuran. Demokrasi Liberal ataukah Demokrasi Berketuhanan; Ekonomi Liberal ataukah Ekonomi Berkeadilan; Internasionalisme ataukah Nasionalisme; Individualisme ataukah Komunalisme; Multikulturalisme ataukah Uniformisme.

Usah berdalih ketidaksiapan pemilih. Kemajuan teknologi informasi telah membawa manusia ke ruang kesadaran yang belum pernah ada sebelumnya. Jika partai politik tak berani mengibarkan bendera yang berwarna tegas maka bersiaplah untuk tergilas.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID