logo rilis

Parpol Diminta Tak Pentingkan Elektabilitas Calon saja
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
29 Maret 2018, 21:06 WIB
Parpol Diminta Tak Pentingkan Elektabilitas Calon saja
Tersangka Bupati Kebumen (nonaktif) Mohammad Yahya Fuad mengenakan rompi tahanan, usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Kamis (8/3/2018). FOTO:RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menilai, penetapan tersangka terhadap calon kepala daerah menjadi pelajaran bagi partai politik supaya lebih teliti mengusung kandidat.

"Partai politik hendaknya tidak hanya mempertimbangkan faktor popularitas dan elektabilitas dalam mengusung calon kepala daerah, tapi juga mengutamakan integritas," kata dia di Kompleks Parlemen Senayan, Kamis (29/3/2018).

Adanya sejumlah calon kepala daerah menjadi tersangka, kata dia, harus menjadi evaluasi secara menyeluruh bagi partai politik, baik ke internal partai sampai pada regulasinya.

Selama ini, partai politik lebih banyak berpatokan pada hasil survei yang menyebutkan popularitas dan elektabilitas seorang figur. Tapi, tidak memperhitungkan faktor lainnya.

"Apalagi, berdasarkan amanah UU Pilkada pasangan calon yang telah ditetapkan KPU tidak dapat dibatalkan lagi," katanya.

Koordinator Formappi (Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia), Sebastian Salang mengatakan, penetapan tersangka adalah bagian dari konsekuensi mengusung pasangan calon.

Sehingga, partai politik tidak perlu menjadi panik, apalagi kemudian memunculkan wacana ingin merevisi aturan perundangan yang mengaturnya.

Kalau pun partai politik ingin merevisi UU Pilkada, sebagai landasan hukum yang mengatur pelaksanaan pilkada, menurut dia, tak masalah selama aturannya sudah tidak relevan.

Namun, revisi UU Pilkada tersebut, kata dia, bukan dilakukan saat ini, karena saat ini tahapan pilkada sudah berjalan dan hanya dalam waktu dua bulan lagi sudah dilakukan pemilihan.

"Kalau ingin dilakukan revisi UU PIlkada, nanti setelah pilkada 2018 selesai dan hasil revisi UU Pilkada diimplementasikan pada pelaksanaan pilkada serentak berikutnya," katanya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)