logo rilis
Parpol Baru Tak Bisa Usung Capres, Hanya Bisa Jadi Pendukung
Kontributor

24 Mei 2018, 17:00 WIB
Parpol Baru Tak Bisa Usung Capres, Hanya Bisa Jadi Pendukung
Zainudin Amali. FOTO: RILIS.ID/Ibrahim

RILIS.ID, Jakarta— Partai politik pendatang baru tidak bisa mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden 2019. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi II DPR RI Zainudin Amali usai Komisi II DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sepakat mengadopsi ketentuan Pasal 222 UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke dalam Rancangan Peraturan KPU tentang Pencalonan Pilpres 2019. 

Norma tersebut mengatur parpol atau gabungan parpol pengusung pasangan capres dan cawapres mesti memiliki 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah pemilu anggota DPR pada pemilu sebelumnya.

Alhasil, parpol baru peserta Pemilu Legislatif 2019 tidak dapat menjadi pengusung capres dan cawapres pada Pemilu 2019. 

"Pasal 222 UU Pemilu memang tidak perlu ditafsir lagi. Sudah jelas peraturannya 20 persen dan 25 persen bagi yang akan mengusung capres dan cawapres. Sementara yang parpol baru diberikan hak untuk menjadi pendukung," ungkap Zainudin. 

Adapun Anggota Komisi II DPR Sirmaji mengingatkan KPU agar  dalam membuat Peraturan KPU mengadopsi UU Pemilu.

"Pokoknya pada prinsipnya, setiap membuat Peratuan KPU itu harus mengadopsi UU Nomor 7/2017 tentang Pemilu. Termasuk dalam membuat aturan mengenai capres dan cawapres ini. Di UU No. 7/2017 Pasal 222 sudah jelas," ungkapnya, dikutip dari laman resmi DPR RI.

Sebelumnya, Komisioner KPU Hasim Asy’ari mengatakan, dalam penyusunan  PKPU pihaknya perlu konsultasi dengan DPR sebagai perumus UU Pemilu karena ada permintaan agar parpol baru dapat mengusung capres dan cawapres.

Terlebih, parpol pengusung memiliki hak untuk menempatkan logo di surat suara Pilpres 2019 dan memberikan dana kampanye tak terbatas kepada jagoannya.

"Kalau Pimpinan Komisi II sampaikan tidak bisa usung, kami dapat kejelasan. Jadi bisa terima," jelasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)