logo rilis
Parah! Pengembang Perumahan di Tangerang Abaikan Ruang Hijau
Kontributor
Kurniati
27 April 2018, 11:24 WIB
Parah! Pengembang Perumahan di Tangerang Abaikan Ruang Hijau
Ilustrasi ruang hijau. FOTO: Instagram/@cok85wulan

RILIS.ID, Tangerang— Sejumlah pengembang perumahan skala kecil yang beroperasi di Kabupaten Tangerang, Banten, sering mengabaikan ruang terbuka hijau dan hanya fokus membangun rumah.

"Fasilitas sosial dan fasilitas umum lainnya juga sering diabaikan dan kurang mendapatkan perhatian para pengembang," kata Kepala Bidang Perumahan, Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pemakaman Pemerintah Kabupaten Tangerang, Ariffudin, di Tangerang, Jumat (27/4/2018).

Ariffudin mengatakan, saat ini masih dalam tahap pendataan menyangkut fasos dan fasum perumahan yang tersebar pada sejumlah kecamatan.

Pihaknya berjanji, bila pendataan rampung akan disampaikan kepada tiap petugas kecamatan yang menangani agar dapat ditindaklanjuti.

Masalah itu, kata Ariffudin, terkait pengembang perumahan di Kabupaten Tangerang yang tersebar pada 29 kecamatan hanya 10 persen yang sudah menyerahkan fasos dan fasum ke Pemkab Tangerang.

Dia menambahkan, jumlah pengembang yang dalam pendataan sementara petugas terkait terdapat sebanyak 300 perumahan.

Menurut dia, pengembang perumahan kecil hanya mementingkan agar rumah dibangun dan laku terjual, soal fasos dan fasum sering dilupakan.

Hal tersebut sangat berbeda dengan pengembang besar karena memiliki ruang terbuka hijau, sarana ibadah, tempat bermain anak, taman serta tempat olahraga.

Dia mengatakan, diperkirakan pekan depan data mengenai jumlah fasum dan fasos diserahkan ke petugas kecamatan.

Meski begitu, pengembang harus menyerahkan sebesar 80 persen terhadap fasos dalam kondisi baik.

"Setelah itu Pemkab Tangerang membangun jalan lingkungan, saluran pembuang, taman dan sarana publik mengunakan dana APBD, bila pengembang sudah menyerahkan," katanya.

Dalam pendataan sementara terdapat 30 pengembang sudah menyerahkan fasos dan fasum di Kecamatan Cikupa, Pasar Kemis, Kelapa Dua, Curug, Panongan.

Sedangkan yang belum menyerahkan fasos terdapat di Kecamatan Rajeg, Mekar Baru, Balaraja, Pakuhaji dan Kecamatan Sepatan.

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)