logo rilis

Papan Penunjuk Arah 'Kedubes AS' Mulai Terpasang di Yerusalem
Kontributor
Syahrain F.
07 Mei 2018, 21:33 WIB
Papan Penunjuk Arah 'Kedubes AS' Mulai Terpasang di Yerusalem
Pekerja memasang papan penunjuk arah menuju Kedubes AS di Yerusalem, Senin (7/5/2018). Credit: Reuters/Ronen Zvulun

RILIS.ID, Yerusalem— Pihak Zionis pada Senin (7/5/2018) mulai menempatkan papan penunjuk jalan bertulis "Kedutaan Besar AS" di beberapa ruas jalan di Yerusalem.

Hal itu dilakukan di tengah persiapan pembukaan kantor diplomatik AS di Yerusalem pada pekan depan.

Melansir kantor berita Timur Tengah Andolu Agency, tanda-tanda jalan yang dicetak dalam bahasa Ibrani, Arab, dan Inggris itu terlihat di sekitar kawasan Arona.

Upacara peresmian kedutaan baru, yang akan dihadiri oleh pejabat tinggi AS dan Zionis diperkirakan akan digelar pekan depan.

Gedung konsulat AS di Yerusalem yang sudah ada akan dialihfungsikan sebagai kedutaan, sementara sebuah gedung kedutaan baru bakal dibangun. Proses itu kemungkinan akan memakan waktu beberapa tahun.

Pada Senin, Saeb Erekat, sekretaris jenderal Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mendesak agar diplomat-diplomat asing dan organisasi masyarakat sipil memboikot upacara peresmian pekan depan.

"Kehadiran Anda dalam acara itu seperti memberi lampu hijau terhadap keputusan tidak sah dan ilegal ini [untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem] dan ... penjajahan [Zionis]," kata Erekat melalui sebuah pernyataan.

AS berencana secara resmi memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem pada tanggal 14 Mei, bertepatan dengan peringatan 70 tahun penjajahan resmi Zionis pada tahun 1948--sebuah acara yang oleh orang Palestina disebut sebagai "Nakba" atau "Hari Bencana".

Desember tahun lalu, Presiden AS Donald Trump memicu kecaman seluruh dunia ketika dia secara sepihak mengakui Yerusalem sebagai "ibu kota Zionisme" dan berjanji akan memindahkan kedutaan AS ke kota itu.

Yerusalem tetap menjadi pusat konflik, karena Palestina masih berharap Yerusalem Timur--yang diduduki tentara Zionis sejak 1967--bisa menjadi ibu kota negara Palestina yang merdeka kelak.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)