logo rilis

Pansus Sepakat, RUU Terorisme Tinggal Disahkan di Paripurna
Kontributor

24 Mei 2018, 22:51 WIB
Pansus Sepakat, RUU Terorisme Tinggal Disahkan di Paripurna
DPR RI. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Panitia Khusus (Pansus) secara aklamasi menyetujui Rancangan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme (RUU Terorisme), Kamis (24/5/2018) malam. Dengan begitu, RUU tinggal dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI untuk disahkan menjadi undang-undang.

"Apakah dapat disetujui RUU perubahan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dibawa pada pembicaraan Tingkat II, untuk segera disahkan?" tanya Ketua Pansus RUU Terorisme, M Syafi'i, di Kompleks Parlemen, Jakarta, beberapa saat lalu.

"Setuju," jawab seluruh Anggota Pansus. Rapat Kerja Pansus RUU Terorisme dihadiri Menkumham Yasonna Laoly, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Polri, dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Selama pembahasan RUU Terorisme, kata Syafi'i, Pansus membangun suasana tanpa faksi. Sehingga, proses pemasukkan norma baru ataupun perubahannya dilakukan tanpa pemungutan suara.

Sebelum keputusan diambil, 10 fraksi memberikan pandangannya masing-masing mengenai isi RUU Terorisme. Definisi terorisme menjadi sorotan, karena ada Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa tak sepakat adanya frasa "motif politik", "ideologi", "gangguan keamanan" saat pembahasan.

Namun, kedua fraksi tersebut akhirnya mendukung definisi terorisme alternatif kedua yang dirumuskan Pansus dan pemerintah. Definisi alternatif dua menyebutkan, "Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas, yang dapat menimbulkan korban yang bersifat massal, dan/atau menimbulkan kerusakan atau kehancuran terhadap obyek-obyek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan."

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)