logo rilis
Pansel MK Pertimbangkan Enny Nurbaningsih sebagai Hakim, Kenapa?
Kontributor

09 Juli 2018, 13:00 WIB
Pansel MK Pertimbangkan Enny Nurbaningsih sebagai Hakim, Kenapa?
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Anggota pansel mahkamah konstitusi Zainal Arifin Muchtar menyampaikan, pihaknya mempertimbangkan sikap salah satu calon hakim konstitusi Enny Nurbaningsih terkait polemik Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Ini mengingat, Enny selaku Ketua Tim Panitia Kerja (Panja) RKUHP bersikukuh tetap memasukkan empat pasal Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) ke dalam RKUHP.

Zainal menyebut hal itu termasuk kepada unsur akseptabilitas. Akseptabilitas artinya dia diterima oleh kalangan publik dan bisa dianggap mewakili begitu banyak kalangan. Namun begitu, ia berujar hal itu belum tentu menjadi alat ukur utama.

"Nah kembali ke pertanyaannya apakah akan menjadi pertimbangan soal KUHP, yang dipertanyakan tadi itu akan menjadi bagian dari yang diperbincangkan karena dia masuk dalam kategori integritas, kapabilitas dan akseptabilitas tapi apkah itu menjadi alat ukur utama atau tidak itu persoalan lain," ungkapnya di gedung KPK, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Sementara itu Ketua Pansel hakim konstitusi, Harjono menyampaikan, persoalan sikap Enny yang kontra terhadap sikap KPK memang tak menjadi pertimbangan utama. Namun menurutnya, tak menutup kemungkinan hal itu akan digali di sesi wawancara.

"Kalau toh itu kemudian menjadi satu bahan yang harus dipertimbangkan saya kira dalam wawancara nanti bisa dilakukan baik itu penanya dari kita maupun dari luar namun yang kita lakukan sementara belum ada pertimbangan persoalan itu," tutupnya. 

Adapun kesembilan kandidat hakim konstitusi tersebut yaitu Anna Erliyana, Enny Nurbaningsih, Hesti Amirwulan Sochmawardiah, Jantje Tjiptabudy, Lies Sulistiani, Ni'matul Huda, Ratno Lukito, Susi Dwi Harjianti dan Taufiqurohman Syahuri. Dari kesembilan itu akan dipilih satu orang hakim MK. 

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID