logo rilis
Pansel Minta Bantuan KPK Lacak Rekam Jejak Calon Hakim Konstitusi
Kontributor

09 Juli 2018, 14:05 WIB
Pansel Minta Bantuan KPK Lacak Rekam Jejak Calon Hakim Konstitusi
Pansel hakim konstitusi bersama perwakilan KPK. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani.

RILIS.ID, Jakarta— Pansel hakim konstitusi mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka meminta bantuan kepada tim KPK untuk menelusuri rekam jejak sembilan kandidat calon hakim konstitusi.

Ketua Pansel MK, Harjono, menyampaikan pihaknya ingin memastikan bahwa sembilan kandidat tersebut bersih dari praktik korupsi. Karena itu, perlu upaya KPK menelusuri apakah ada indikasi korupsi, kolusi dan nepotisme yang pernah dilakukan para kandidat.

"Semuanya diusahakan agar calon hakim MK dari Presiden benar-benar dipertanggungjawabkan integritasnya. Karena, mahkota hakim ada dua yaitu integritas dan kemampuannya," paparnya di gedung KPK, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Sementara itu, anggota pansel Zainal Arifin Muchtar, menyebutkan pihaknya ingin mendapatkan para hakim yang dapat dipertanggungjawabkan baik dari sisi kapabilitas dan integritas.

Makanya, mereka berharap KPK dapat membantu pansel untuk dapat menemukan para hakim yang memiliki dua sisi tersebut

"Supaya dapatkan rekam jejak di masyarakar dan pengetahuan tentang pemberantasan korupsi. KPK jadi relevan untuk kita mintai pendapat," paparnya.

Tak hanya itu saja, pansel dikatakannya juga meminta agar masyarakat juga dapat berturut serta memberi masukan kepada pansel terkait sembilan kandidat ini. Menurutnya, pemberian masukan sudah dapat dilakukan sejak tanggal 3 Juli 2018 kemarin.

"Selaku pansel kami mohon betul karena dari tanggal 3 sudah bisa berikan masukan publik. Jadi teman-teman yang paham sembilan kandidat ini tolong sampaikan pada kami untuk memperkuat kadar integritas dan rekam jejak dari sembilan orang ini," ujar Zainal.

Menyikapi permintaan tersebut, Wakil Ketua KPK, Laode M Syarief mengungkapkan, KPK akan membantu sebisa mungkin dalam memberi masukan kepada pansel terhadap sembilan nama yang disodorkan itu.

Ia hanya berharap agar setidaknya orang yang terpilih jadi hakim MK nantinya dapat memberi kemajuan bagi institusinya dan tidak lagi terjadi kejadian korupsi di tubuh MK seperti yang lalu.

"Yang paling penting soal integritas. Integritas tidak bisa ditawar agar pengalaman yang lalu di MK tidak terjadi lagi di MK," ucap Laode.

Adapun kesembilan kandidat hakim konstitusi tersebut yaitu Anna Erliyana, Enny Nurbaningsih, Hesti Amirwulan Sochmawardiah, Jantje Tjiptabudy, Lies Sulistiani, Ni'matul Huda, Ratno Lukito, Susi Dwi Harjianti dan Taufiqurohman Syahuri. Dari kesembilan itu akan dipilih satu orang hakim MK. 

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID