logo rilis

Panen Padi Teknologi System of Rice Intensification (SRI) di Kabupaten Dairi
Kontributor
Elvi R
19 April 2018, 15:31 WIB
Panen Padi Teknologi System of Rice Intensification (SRI) di Kabupaten Dairi
Panen Padi Teknologi System of Rice Intensification (SRI) di Kabupaten Dairi. FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Medan— Kebutuhan beras akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk. Berdasarkan realisasi produksi padi dalam 5 tahun terakhir, terindikasi bahwa laju pertumbuhan produksi padi makin menurun dan biaya produksi per satuan luas lahan makin meningkat. Pemerintah Kabupaten Dairi berupaya untuk mewujudkan peningkatan produksi padi dengan menggunakan teknologi budidaya padi System of Rice Intensification (SRI).

Kabupaten Dairi memiliki luas wilayah 192.780 hektar, dengan ketinggian rata-rata 700 hingga 1.250 meter di atas permukaan laut, terdiri dari 15 kecamatan yang berpotensi menghasilkan produksi padi yang lebih baik.

Kecamatan Sumbul merupakan salah satu kecamatan sentra memiliki luas baku sawah 3.445 hektare, dengan produktivitas rata-rata 6,074 ton per hektare dan diikuti oleh Kecamatan Tiga Lingga dengan luas baku sawah 2.940 hektare. Tetapi produktivitas lebih rendah dibandingkan dengan Sumbul dimana rata-rata produktivitas masih 3,899 ton per hektare.

Pada hari Selasa, 17 April 2018, Kelompok Tani Sepakat, di Desa Pegagan Julu VIII, Kecamatan Sumbul yang diketuai oleh Bapak Jekson Siregar telah melaksanakan panen. Varietas yang digunakan adalah Mekongga dengan menerapkan teknologi SRI provitas 6,2 hingga 7,2 ton per hektare. 

Menurut pengamataan PPL dari Dinas Pertanian Dairi oleh Bapak Rikardo Siahaan penerapan teknologi SRI cukup memuaskan karna dapat meningkatkan produksi dari sebelumnya 5-6 ton per hektare.

Bapak Ricardo menjelaskan, komponen SRI terdiri dari tanaman bibit muda berusia kurang dari 12 hari, bibit ditanam satu batang per lubang dengan jarak minimal 25 centimeter. Pindah tanam harus sesegera mungkin, penanaman padi dengan perakaran yang dangkal, pengaturan air, dan menjaga keseimbangan biota tanah dengan menggunakan pupuk organik dapat meningkatkan hasil produksi yang lebih baik.

Panen padi diluas lahan 180 hektare dihadiri oleh Kelompok Tani, Babinsa Koramil Sumbul, Mahasiswa dan Dosen STPP Medan Kementan dan PPL Desa Pegagan Julu VIII. Potensi panen sampai dengan awal Mei 2018 mencapai 700 ha. Harga gabah kering panen (GKP) rata-rata Rp4.500 - Rp 5.000 per kilogram, sedangkan harga gabah kering giling (GKG) mencapai Rp. 5.500-Rp. 6.000 per kilogram.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)