logo rilis

Panen Bawang Merah Lansuna di Kota Tomohon Tuai Pujian Wakil Wali Kota
Kontributor
Elvi R
09 Januari 2019, 11:29 WIB
Panen Bawang Merah Lansuna di Kota Tomohon Tuai Pujian Wakil Wali Kota
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Tomohon— Bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tomohon Utara, Wakil Walikota (Wawali) kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan, melakukan panen bawang merah varietas Lansuna. Mendukung program kegiatan pengembangan hortikultura di kota Tomohon.

Sompotan dalam sambutan memberikan apresiasi pada Kementerian Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melaui BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, atas pendampingannya teknologi pada para Penyuluh Pertanian yang berhasil melakukan penelitian dan pengkajian pengembangan bawang merah di kota Tomohon.

Lanjut Srikandi Muda Minahasa yang juga sebagai ketua HKTI Sulawesi Utara itu, Indonesia sebagai negara agraris, dengan kekayaan sumberdaya alam dan sumberdaya manusianya, kedaulatan pangan menjadi target pemerintah, dalam rangka kemandirian ekomoni nasional. komitmen ini, sebagai dukungan untuk program pak Gubernur dan wakil Gubernur Sulawesi Utara, Oprasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) di kota Tomohon.

"Kita ketahui bersama, kedaulatan pangan sudah menjadi issu global yang penting. Sejak dasawarsa 90-an. Berkaitan kemandirian suatu bangsa untuk memenuhi hak-hak rakyat atas pangan bermutu dan sesuai dengan budaya (kearifan lokal), ramah lingkungan dan berkelanjutan," ungkapnya.

Menyikapi tuntutan tersebut, lanjut Sompotan, pemerintah kota Tomohon secara pro aktif dan partisipatif melalui Dinas Pangan kota Tomohon, melakukan kegiatan ketahanan pangan dengan kebijakan lokal spesifik berbasis sumberdaya lokal. Di mana salah satunya adalah penelitian dan pengembangan teknologi budidaya komoditas bawang merah.

"Komoditas ini masuk komoditas strategi dan memiliki nilai ekonomi tinggi, serta tidak dapat di subtitusi oleh komoditas lain, apalagi di kota Tomohon," imbuh Srikandi kota Tomohon.

Menurutnya,  bawang merah termasuk tanaman yang produksinya tidak merata sepanjang tahun. Produksinya dapat berkurang ketika mengalami curah hujan tinggi. Karena berakibat pada kenaikan harga dan berdampak pada terjadinya inflasi. Demikian ketika menghadapi kemarau, produktivitasnya meningkat dan berdampak pada harga jual menjadi murah.
Kondisi ini, dinilai alami, karena hukum ekonomi suplay dimand.

"Yang harus disikapi dengan meningkatkan kapasitas pelaku antara (penyuluh pertanian) dan pelaku utama (petani), terkait dengan muatan teknologi budidaya sampai pasca panen bawang merah. Dan teknologi adalah kunci utama sukses pertanian," tutup Sompotan.

Di tempat yang sama, Dr.Ir.Yusuf,MP. Kepala BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, menyambut baik apa yang dihasilkan dan sudah diinisiasi melalui Dinas Pangan kota Tomohon. Karena kehadiran BPTP di daerah sebagai jawaban fungsi penderasan dan hilirisasi inovasi teknologi Balitbangtan.

BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara, sebagai sumber teknologi pertanian, di tahun ini telah melakukan kegiatan kemitraan dengan petani dalam rangka perbenihan bawang merah. Tentunya kegiatan ini dengan muatan teknologi inovasi dan pendampingan peneliti dan penyuluh. Dan kegiatan ini, setelah dilakukan di kota Tomohon, ternyata ditangkap untuk di terapkan oleh pemerintah kota.

"Satu kebanggaan bagi kita semua, karena varietas unggul yang kita hilirkan saat itu, adalah varietas unggul lokalita (bawang merah Lansuna) yang telah dirilis oleh Kementerian Pertanian pada 2016," katanya.

Baginya, bawang merah merupakan komoditas daerah yang diangkat menjadi milik nasional. Dan keunggulannya ternyata luar biasa. Potensi hasil 7-14 ton per hektare dan hasil ubinan kegiatan yang kita panen ini 13,9 ton per hektare. 

Yusuf,mengajak agar teknologi produksi yang dihasilkan dari penelitian dan pengkajian (Litkaji), yang sudah terbangun, untuk terus dilanjutkan.

"Agar teknologi inovasi ini dilakukan dengan tepat sesuai yang dihasilkan teman-teman penyuluh di daerah bersanding denganpara peneliti. Kunci penerapan teknologi adalah presisi, atau tepat," katanya.

Sementara Kadis Pangan kota Tomohon Dra. Lily Solang. terkait dengan program pengembangan horti kultura di kota Tomohon, selain BPTP Balitbangtan kita juga memang bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Sam Ratulangi, Universitas Kristen Indonesia Tomohon.

"Untuk beberapa komoditas dan dibagi di 5 BPP untuk melakukan kajian dan selanjutnya akan kita sesuaikan wilayah komoditas untuk pengembangannya," ujar Lyli.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kepala BPP di kota Tomohon, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) petani, BPSB, Pengamat Hama serta Penyuluh Peneliti BPTP Balitbangtan Sulawesi Utara.

Sumber: Artur/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID