logo rilis

PAN: Reaksi Luhut ke Amien Membuat Pemerintahan Jokowi Buruk
Kontributor
Zul Sikumbang
20 Maret 2018, 12:15 WIB
PAN: Reaksi Luhut ke Amien Membuat Pemerintahan Jokowi Buruk
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo menilai, Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan seharusnya tidak menganggap serius soal kritikkan dari Ketua Dewan Kehormatan-nya Amien Rais.

Menurutnya, sikap yang dilakukan Luhut justru membuat citra pemerintahan Presiden Jokowi semakin negatif.

“Reaksi Luhut itu menjadi iklan yang buruk bagi pemerintahan Jokowi. Mengapa? Karena bisa dipakai sebagai pembenaran, bahwa pemerintahan Jokowi terkesan senang mencari kesalahan dari pihak yang berbeda pandangan dan atau berseberangan. Selain itu, menimbulkan kesan bahwa  pemerintah juga suka main ancam dan tidak ragu memakai segala cara untuk membalas dendam,” kata Drajat di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Ia meminta pemerintah untuk tidak macam-macam terhadap Amien Rais. "Karena PAN punya bukti kuat untuk menuding siapa aktor intelektualnya,” katanya.

Selain itu, ia menduga penyebab perpecahan yang terjadi di partai politik pendukung pemerintah dan terbunuhnya para ulama karena aksi balas dendam.

“Saya jadi bertanya-tanya, jangan-jangan perpecahan di Golkar dan PPP dulu juga karena pendekatan 'cari-cari kesalahan dan balas dendam?' Jangan-jangan kasus yang menimpa sebagian ulama, bahkan hingga ada yang wafat, juga karena hal yang sama? Masih banyak jangan-jangan yang lainnya,” kata Drajad.

Seperti diberitakan, saat menjadi pembicara diskusi di Bandung, Minggu (18/3) kemarin, Amien Rais meminta masyarakat waspada dengan program pembagian sertifikat tanah Jokowi. Ia menyebut program itu sebagai 'pengibulan'.

Luhut membantah program merupakan pengibulan. Menurutnya, program itu sejak lama telah diberlakukan di Indonesia.

"Ngapain ngibulin? Dari dulu udah dibagi kok sertifikat itu. Tapi prosesnya lama, panjang, dan sedikit. Sekarang lebih cepat dan banyak," katanya.

 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)