logo rilis
PAN Jualan Gatot Nurmantyo
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
09 Mei 2018, 11:20 WIB
PAN Jualan Gatot Nurmantyo
ILUSTRASI: RILIS.ID/Khairul Anom.

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti di Pusat Penelitian Politik LIPI, Wasisto Raharjo Jati, menilai, Partai Amanat Nasional, tidak serius terhadap rencana pencalonan mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden di Pilpres 2019 mendatang. 

Bahkan, kata Wasisto, partai berlambang matahari terbit itu hanya menjadikan Gatot sebagai komoditas politiknya. 

"Gatot Nurmantyo hanya jadi komoditas  politik PAN. Karena PAN seringkali tidak konsisten sikap politiknya, antara jadi oposisi atau koalisi pemerintahan," kata Wasisto kepada rilis.id, Rabu (9/5/2018). 

Wasisto menambahkan, rencana pencalonan terhadap purnawirawan TNI AD bintang empat itu juga bagian dari strategi PAN dalam kontestasi Pilpres 2019. Salah satunya, untuk menarik partai politik lain dan memperbesar peluang poros ketiga. 

"Pencalonan Gatot sebagai capres oleh PAN adalah bagian cara memperbesar poros ketiga yang hingga kini belum "fixed" anggota partai koalisinya," ujar dia. 

Selain itu, imbuh Wasisto, PAN juga berusaha untuk menarik dukungan partai koalisi yang mendukung Presiden Joko Widodo. Termasuk juga, memecah dukungan parpol terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. 

"Itu lebih sebagai strategi politik saja memecah suara pendukung Prabowo dan pendukung Jokowi," paparnya. 

Sebelumnya, Gatot Nurmantyo bertemu dengan Ketum PAN Zulkifli Hasan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (8/5/2018). Dalam pertemuan itu, Gatot juga sempat mengungkapkan kesiapannya untuk menjadi capres. 

“Saya ini mantan Panglima TNI. Jiwa prajurit saya tak bisa dihapuskan sampai titik darah penghabisan. Tugas apapun yang diberikan bangsa dan negara pasti saya terima, termasuk presiden,” ungkap Gatot.

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)