logo rilis
PAN dan PKB Dukung Pemerintah, Poros Ketiga Sulit Terwujud
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
06 April 2018, 16:38 WIB
PAN dan PKB Dukung Pemerintah, Poros Ketiga Sulit Terwujud
Jokowi-Prabowo. FOTO: RILIS.ID/Indra kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti bidang politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ridho Imawan Hanafi, mengatakan, poros ketiga atau poros tengah masih sulit untuk bisa terwujud di Pilpres 2019 mendatang.

Pasalnya, dua parpol yakni Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) saat ini masih menjadi pendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Keduanya juga memiliki kemungkinan bergabung dengan poros Jokowi," kata Ridho saat berbincang dengan rilis.id, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Dia menerangkan, poros ketiga itu selama ini juga sulit menemukan figur yang tepat untuk dijadikan calon presiden (capres) di Pilpres 2019. Meskipun ada, ujarnya, juga akan sulit menantang Jokowi yang saat ini elektabilitasnya selalu tinggi dari yang lainnya.

"Poros ini memerlukan figur yang paling tidak bisa menjadi pesaing serius dari kandidat seperti Jokowi dan Prabowo," ujarnya.

Meski begitu, imbuh Ridho, situasi politik di Indonesia masih terus dinamis sampai menjelang Pilpres 2019 nanti. Sehingga, bukan hal yang mustahil bila poros ketiga itu nanti bisa terwujud.

"Dalam beberapa bulan ke depan politik masih dinamis. Bisa memunculkan kemungkinan-kemungkinan," tandasnya.

Sebelumnya, Partai Demokrat dan PKB saling menyalahkan lantaran belum terbentuknya poros ketiga di Pilpres 2019. Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan, menyebut Demokrat sebagai motor utama tak serius dalam membentuk poros ketiga. Namun, klaim itu langsung dibantah Sekjen Demokrat, Hinca Panjaitan.

Sejauh ini, baru dua nama yang hampir dipastikan akan maju menjadi capres 2019 mendatang. Selain Jokowi yang sudah dideklarasikan oleh PDIP, Prabowo Subianto juga tengah menunggu koalisi dan momen yang tepat untuk mendeklarasikan diri maju capres 2019.

Editor: Taufiqurrohman


komentar (0)