logo rilis
Pakar Tata Negara Sebut Jokowi Antikritik
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
24 April 2018, 11:38 WIB
Pakar Tata Negara Sebut Jokowi Antikritik
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ahli hukum tata negara, Margarito Kamis, menyayangkan penetapan tersangka terhadap Sekretaris Wilayah Korps Alumni HMI (KAHMI) Malut, Hasby Yusuf setelah mengkritik Presiden Joko Widodo. 

Margarito menyebut, penetapan tersangka terhadap Hasby itu memperlihatkan bahwa pemerintahan Jokowi adalah rezim antikritik. 

"Rezim ini antikritik. Menurut saya cukup beralasan menyebut pemerintah saat ini antikritik. Orang menilai kebijakannya kok dikualifikasikan pidana, bagaimana ini," kata Margarito kepada rilis.id, Selasa (24/4/2018).

Margarito menjelaskan, kritikan terhadap kebijakan pemerintah bukan lah merupakan tindak kejahatan. Sehingga, hal itu tidak bisa dipidanakan oleh kepolisian. 

"Saya tidak bisa mengerti ya kalau penetapan tersangka karena kritik bagi-bagi sembako. Menurut saya itu tindakan yang berlebihan. Tidak beralasan secara hukum untuk ditetapkan tersangka," ujarnya. 

Baca: Kritik Jokowi, Pengurus KAHMI Tersangka. 

Diketahui, Hasby yang juga seorang dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Khairun, Malut, itu sendiri ditetapkan tersangka terkait ujaran kebencian, setelah mengkritik Jokowi melalui media sosial Twitter soal bagi-bagi sembilan bahan pokok (sembako). Hasby dikenakan Pasal 45a Juncto Pasal 28 Undang-Undang ITE. Kemudian Pasal 207, kemudian Pasal 65 KUHP. 

Sebelumnya, Hasby menyampaikan kritikan kepada Jokowi soal bagi-bagi sembako melalui aku twitternya @HasbyYusuf3. Dia menyebut rendahnya kualitas kepala negara yang sampai turun langsung membagikan sembako menggunakan tas kresek. 

"Bagi-bagi sembako menjelang pilpres menunjukkan rendahnya kualitas kepala negara. Cukup Pak kades yang bagi-bagi sembako. Kepala negara urusnya stok pangan nasional bukan tas kresek," cuitnya.

Editor: Sukardjito


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)